DOGIYAI, PAPUA TENGAH – Pasca insiden pesawat Smart Air PK-SNR di wilayah Korowai Batu, aparat keamanan meningkatkan status kewaspadaan terhadap operasional penerbangan perintis di Papua Tengah. Bandara Moanemani/Ikebo, Kabupaten Dogiyai, kini berada dalam pengamanan ketat oleh Satgas Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Langkah pengamanan dilakukan dengan penempatan personel bersenjata di sejumlah titik strategis bandara. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap aktivitas pendaratan, lepas landas, pergerakan penumpang, hingga distribusi logistik.
Meski situasi dinyatakan kondusif dan penerbangan tetap berlangsung normal, aparat menegaskan bahwa penguatan pengamanan merupakan langkah preventif untuk menjaga stabilitas wilayah serta memastikan jalur transportasi udara pedalaman tidak terganggu.
Danpos Satgas Korpasgat Moanemani, Lettu Pas Muhammad Iqbal Fahriyansyah, S.Tr.Han., menegaskan komitmen penuh aparat dalam menjaga keamanan operasional bandara.
“Kami memastikan operasional Bandara Moanemani berjalan lancar dan aman. Kehadiran kami di bandara merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah,” tegasnya.
Secara tidak langsung, Iqbal menyampaikan bahwa negara hadir untuk memastikan jalur penerbangan perintis—yang menjadi urat nadi mobilitas dan distribusi logistik di pedalaman Papua—tetap terkendali dan bebas dari gangguan.
Pengamanan ini juga melibatkan koordinasi intensif dengan pengelola bandara, pemerintah daerah, serta unsur aparat terkait guna memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan.
Seorang penumpang mengaku kehadiran aparat memberi rasa aman di tengah dinamika situasi pasca insiden.
“Dengan adanya Satgas Korpasgat kami merasa lebih aman, terutama saat cuaca tidak menentu. Penerbangan tetap lancar sehingga mobilitas kami tidak terganggu,” ujarnya.
Secara tidak langsung, penumpang tersebut menilai pengamanan yang diperketat mampu menjaga kepercayaan publik terhadap keselamatan transportasi udara di wilayah pedalaman.
Penerbangan perintis di Dogiyai memiliki nilai strategis tinggi, tidak hanya sebagai sarana mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai jalur distribusi kebutuhan pokok dan akses layanan kesehatan serta pendidikan. Stabilitas operasional bandara menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan wilayah dan kesinambungan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat Papua Tengah.
Dengan pengamanan yang ditingkatkan, aparat memastikan situasi tetap dalam kendali dan jalur udara pedalaman tetap berfungsi optimal.












