Pengelolaan DD dan ADD di Desa Sebadak Raya Kabupaten Ketapang Dipertanyakan

Tvnewsone.com, Ketapang – Penggunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Sebadak Raya, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, dipertanyakan sejumlah pihak. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya papan informasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang terpasang di kantor desa serta minimnya transparansi terkait rincian dana yang digunakan dalam setiap kegiatan pembangunan.

Kepala Desa Sebadak Raya, Edison, mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran yang digunakan untuk pembangunan di desanya.

“Saya betul-betul tidak mengetahui jumlah dana yang dikeluarkan untuk pembangunan. Yang mengetahui adalah bendahara, namun hari ini bendahara sedang tidak berada di tempat karena sedang ke Kecamatan Sandai,” ujarnya saat ditemui di kantor Desa, pada Senin (23/6).

Meski demikian, Edison menegaskan bahwa penggunaan DD dan ADD tetap mengacu pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa.

“Penggunaan anggaran tetap mengacu pada RAB dan RPJM Desa. Sebanyak 20 persen dari dana dialokasikan untuk ketahanan pangan, 5 persen untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan sisanya digunakan untuk pembangunan fasilitas umum bagi masyarakat,” jelasnya.

Edison juga mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Penjabat (Pj) Kepala Desa, ia telah melaksanakan sejumlah pembangunan fasilitas umum.

“Selama saya menjabat, telah dibangun sarana air bersih, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di 11 RT, serta satu unit steher,” ungkapnya.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Sebadak Raya, Dominikus Susanto, mengungkapkan bahwa pada akhir masa jabatannya tahun 2023, Desa Sebadak Raya menerima DD dan ADD sebesar Rp1,7 miliar.

Ia juga menyampaikan bahwa pada masa kepemimpinannya, papan pengumuman APBDes selalu dipasang di kantor desa.

“Dokumentasi perlu dibuat. Sekarang saya kurang paham, seharusnya kantor desa saat ini sudah dilengkapi dengan papan informasi terkait APBDes,” ujar Dominikus Susanto saat temui di kediamannya pada, Senin (23/6).

Dominikus menambahkan bahwa pembangunan MCK dan steher telah dilakukan pada masa jabatannya. Ia mengaku tidak mengetahui kelanjutan pembangunan tersebut setelah dirinya tidak lagi menjabat.