Jadi Komoditi Utama, Masyarakat diminta jangan remehkan bibit unggul

tvnewsone.com-Sekadau- Jadi Komoditas Nomor satu Di Indonesia, Masyarakat di wilayah Sekadau khususnya Diminta Jangan Remehkan Bibit Unggul lantaran Masih banyak petani kelapa sawit yang memandang remeh kualitas benih yang digunakan.

Indonesia saat ini merupakan salah satu negara produsen dan eksportir Minyak kelapa sawit (CPO) terbesar di dunia, tidak nanggung-nanggung menurut Data terbaru dari BPS (Badan Pusat Statistik) menunjukkan bahwa ekspor CPO (Crude Palm Oil) dan turunannya dari Indonesia mengalami peningkatan pada Februari 2025, mencapai US$ 2,27 miliar. Volume ekspor CPO dan turunannya juga meningkat menjadi 2,06 juta ton

Karena Perannya yang besar menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas yang menjanjikan di masyarakat, khususnya di Kalimantan Barat yang menjadi penghasil kelapa sawit terbesar kedua di Indonesia. Akan tetapi dalam prosesnya, petani kelapa sawit, khususnya petani mandiri masih banyak yang memandang ringan terkait jenis dan kualitas benih. Padahal hampir 70% benih memberikan pengaruh pada hasil produksi.

Direktur Kubu Radak Lestari (KRL) Aidil mengungkapkan pentingnya memastikan pemilihan benih unggul sebelum petani memutuskan untuk berkebun kelapa sawit. Meskipun benih hanya memiliki 15 persen dari persentase persiapan hingga perawatan kelapa sawit, namun benih berdampak pada hasil perkebunan hingga 25 tahun ke depan.

“Kalau benih ini tidak terkawal dengan baik, maka proses bagi petani, dia akan mengalami kerugian, produksi tidak bagus 25 tahun ke depan,” ujarnya.

Menurutnya masyarakat saat ini diberikan banyak kemudahan untuk mendapatkan bibit yang berkualitas. Terlebih khusus di Kabupaten Sekadau diketahui ada empat hingga lima lokasi pembibitan yang berbeda. Satu di antaranya, pembibitan kelapa sawit Kubu Radak Lestari (KRL) yang berada di Kabupaten Sekadau, Kalimatan Barat. Lokasi pembibitan ini tersebar di Kecamatan Sekadau Hilir dan Belitang Hilir, pembibitan ini mampu menyediakan puluhan ribu bibit bersertifikat untuk masyarakat setiap tahunnya.

“Rencana produksi satu tahun sesuai dengan SP2BKS (Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit) itu 160.000, tapi sampai sekarang belum 50%. Saat ini produksi kami baru 25.000, setiap bulan 5000 yang berada di dua tempat,” jelasnya.

Dengan menyediakan enam varietas kelapa sawit, pembibitan ini juga siap membantu petani yang memiliki varietas khusus yang diinginkan. Sementara itu, sumber kecambah di KRL ada empat yakni PT Perkebunan Nusantara IV atau biasa disingkat menjadi PTPN IV, Binatani Nusantara, Dami Mas, ASD Bakrie.

Benih kelapa sawit unggul bersertifikat memberikan hasil yang lebih baik dan menguntungkan dibandingkan benih palsu, baik dari segi produktivitas, kualitas, dan keuntungan ekonomi. Penggunaan benih unggul dapat meningkatkan produktivitas hingga 66,34% dan memberikan NPV (Net Present Value) hingga 79,45% lebih tinggi. (Kris)