Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman murka saat menemukan lonjakan harga bahan pokok di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Hanya dalam waktu kurang dari 30 menit setelah koordinasi dengan aparat kepolisian, harga ayam yang semula Rp40.000 per kilogram langsung anjlok menjadi Rp25.000.
JAKARTA — Sidak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Pasar Kebayoran Lama berubah menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha yang bermain harga di bulan suci Ramadan.
Di hadapan pedagang dan awak media, Amran mengungkap bahwa laporan kenaikan harga ayam mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Namun setelah dirinya menghubungi langsung Kapolda, Ditkrimsus hingga Kapolres, harga mendadak turun drastis menjadi Rp25.000 per kilogram.
“Setengah jam langsung turun. Jadi ternyata telepon itu menurunkan harga Rp15.000 per kilo. Ini jangan main-main,” tegas Amran.
Tak hanya ayam, harga bawang putih yang sebelumnya dilaporkan menyentuh Rp60.000 per kilogram juga turun menjadi Rp38.000 saat tim Kementerian Pertanian tiba di lokasi.
Yang paling disorot adalah temuan minyak goreng. Meski kemasan mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700, produk tersebut dijual Rp19.000 per liter.
Amran langsung memerintahkan proses hukum dan meminta aparat menelusuri hingga ke tingkat agen.
“Segel unit usahanya. Jangan coba-coba. Tidak boleh diberi ampun bagi yang memanfaatkan Ramadan,” ujarnya tegas.
Ia menekankan pemerintah tidak berniat mengganggu pengusaha. Namun praktik yang merugikan rakyat, apalagi saat masyarakat menjalankan ibadah puasa, tidak akan ditoleransi.
“Yang dihujat itu pemerintah, padahal yang melakukan segelintir orang. Jangan ganggu rakyat,” katanya.
Mentan memastikan pasokan pangan nasional dalam kondisi lebih dari cukup. Tim pengawasan telah disebar ke seluruh Indonesia untuk menindak setiap laporan kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kita operasi terus. Ada laporan naik, langsung ditindak. Tidak lagi dirayu-rayu,” tutupnya.












