Jakarta ,TVNEWSONE.COM ,Dalam rangka Mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya dengan menghadirkan ruang belajar yang baik. Dibutuhkan dukungan yang menyeluruh agar setiap anak memiliki kesempatan belajar, setiap guru mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, dan setiap lulusan memiliki bekal yang relevan untuk memasuki dunia kerja.
Hal tersebut menjadi perhatian Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group melalui berbagai inisiatif yang menjangkau seluruh aspek pengembangan pendidikan, mulai dari membuka akses bagi generasi muda, memperkuat kapasitas tenaga pendidik, hingga menjembatani kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri ,ungkap Rizki Munadhil selaku CSR Departemen Head BGA
Sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi generasi muda, program pendampingan Beasiswa BPDP Sawit telah dilaksanakan di Kalimantan Barat sejak tahun 2022. Melalui pendampingan yang mencakup sosialisasi, persiapan dokumen, hingga tahapan seleksi, Bumitama membantu peserta mempersiapkan diri untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Hingga saat ini, program pendampingan telah menjangkau lebih dari 1.000 peserta dan mengantarkan 178 putra-putri daerah berhasil memperoleh Beasiswa BPDP Sawit.
Di sisi lain, terbukanya akses pendidikan perlu diimbangi dengan kualitas pembelajaran yang mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Dalam mewujudkannya, guru memegang peran penting sebagai penggerak utama di ruang kelas. Berangkat dari komitmen tersebut, Bumitama juga memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kompetensi.

Di Ketapang, Kalimantan Barat, pelatihan digitalisasi pembelajaran diberikan kepada 158 guru untuk meningkatkan kemampuan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam kegiatan belajar mengajar. Pelatihan ini mencakup penyusunan kurikulum, pengelolaan E-Rapor, hingga pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran, sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan era digital.
Komitmen tersebut juga diwujudkan di Kalimantan Tengah melalui penerapan metode Joyful Learning bersama Yayasan Bumitama. Melalui pelatihan yang diikuti oleh 85 guru dari 31 sekolah di Kecamatan Kotawaringin Lama, para pendidik didorong untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih aktif, menyenangkan, dan berpusat pada peserta didik. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan partisipasi siswa, sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang semakin berkualitas.
Selain penguatan kapasitas tenaga pendidik, membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas juga memerlukan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri. Keterhubungan ini memastikan proses pembelajaran tetap relevan dengan perkembangan industri, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Bumitama mewujudkannya melalui kolaborasi dengan berbagai universitas dan sekolah tinggi, antara lain melalui program magang, kuliah praktisi, kunjungan industri, serta pengembangan riset bersama. Kemitraan ini menghubungkan kebutuhan industri dengan proses pengembangan talenta di lingkungan akademik, sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal tantangan, standar kerja, dan perkembangan teknologi yang diterapkan di sektor industri.
Kolaborasi yang berkelanjutan tersebut juga mendorong pertukaran pengetahuan, inovasi, dan pengalaman praktis antara dunia akademik dan dunia usaha. Hasilnya, mahasiswa tidak hanya memperoleh landasan akademik yang kuat, tetapi juga kesiapan memasuki dunia kerja melalui penguasaan kompetensi teknis, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap budaya kerja dan dinamika industri.
Menurut Rizki Munadhil selaku CSR Departement Head kepada awak media di Jakarta ,senin (22 /06 ) “ Pada akhirnya, membangun ekosistem pendidikan berarti menciptakan kesinambungan antara proses belajar, pengembangan kompetensi, dan kesiapan memasuki dunia kerja. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, Bumitama berupaya menghadirkan dukungan di setiap tahapan pembelajaran, sehingga talenta muda dapat berkembang menjadi sumber daya manusia yang siap menjawab tantangan masa depan.(team )












