Mempawah – Tvnewsone.com, PT Borneo Alumina Indonesia resmi memulai pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit hingga aluminium di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kamis (06/02)
Proyek strategis nasional ini ditandai dengan ground breaking yang dihadiri jajaran pemerintah pusat, daerah, serta manajemen holding industri pertambangan MIND ID.
Pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium milik PT Borneo Alumina Indonesia resmi dimulai Ground breaking proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya hilirisasi industri pertambangan nasional, khususnya untuk komoditas bauksit.
Fasilitas ini dirancang terintegrasi, mulai dari pengolahan bauksit menjadi alumina, hingga produksi aluminium. Kehadiran proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri sekaligus memperkuat kemandirian industri nasional.
Direktur Utama Mind Id, Maroef Sjamsudin mengatakan, Proyek ini merupakan wujud nyata komitmen MIND ID dalam mendorong hilirisasi yang berkelanjutan dengan pengolahan bauksit hingga aluminium di dalam negeri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
” proyek PT Borneo Alumina Indonesia juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang MIND ID untuk memperkuat rantai pasok industri aluminium nasional.
Selain itu, pembangunan fasilitas ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi ekonomi maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal,”tegasnya.
Lebih Lanjut Iya menjelaskan, Groundbreaking di Mempawah, Kalimantan Barat akan menandai terciptanya lantai industri yang utuh untuk industri aluminium di Indonesia. Fasilitas yang kita bangun saat ini bukan hanya fasilitas produksi, tetapi sebagai ekosistem industri aluminium nasional yang terintegrasi mencakup pasokan bahan baku, energi, infrastruktur, hingga pengembangan sumber daya manusia,”Lanjutnya.
Sebagai mana diketahui, Inalum saat ini mengoperasikan smelter aluminium di Kuala Tanjung, Sumatera Utara dengan kapasitas produksi sebesar 275 ribu ton, Kedepan, kapasitas ini akan ditingkatkan hingga mencapai 900 ribu ton per tahun. Melalui pembangunan smelter aluminium kedua berkapasitas 600 ribu ton per tahun, yang seluruhnya produksinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan aluminium domestik. Proyek ini merupakan bagian dari pengembangan industri aluminium, yang teradu yang diperkuat dengan pembangunan smelter grade alumina refinery fasil kedua oleh Inalum dan Antam, melalui PT Borneo Alumina Indonesia di lokasi yang sama dengan smelter grade alumina refinery fasil ke satu yang memiliki kapasitas produksi alumina sebesar 1 juta ton per tahun. Sehingga kapasitas produksi alumina domestik, akan meningkat menjadi 2 juta ton per tahun. Dengan penyerapan bidiboxit sebesar 6 juta ton per tahun, yang dipasok dari seluruh area izin usaha pertambangan yang dipuasai oleh PT Antam, di Kabupaten Mempawah dan Kabupaten Lantak. Sedangkan untuk pasokan listrik, untuk smelter alumina kedua akan diperoleh dari PT Bukit Asam PPK yang menerima dan merupakan juga anggota holding dari main air ini.”
pembangunan dan pengoperasian fasilitas pengolahan dan peleburan aluminium terpadu merupakan bagian dari program strategis nasional yang memiliki total milias investasi sebesar Rp104,55 triliun atau setara dengan Rp6,23 miliar USD dan berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pasokan bahan batu industri aluminium, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai pasokan global aluminium.”tutupnya (RS)











