Aksi Residivis Curanmor Berakhir Gegara RX-King Curian Mogok 

Tvnewsone.com, Sekadau — Niat kabur membawa motor curian berakhir memalukan. Seorang residivis pencurian tak berkutik setelah sepeda motor hasil gasakannya justru mogok di pinggir jalan. Dari situlah, aksinya runtuh dan warga bergerak.

Dini hari yang sunyi di Sekadau Hilir, Selasa (5/5/2026), sempat dipecah gonggongan anjing dan suara kendaraan. Namun, tanda bahaya itu berlalu begitu saja.

Hariyani (35), warga Jalan Merdeka Barat Gang Barage, mendapati Yamaha RX-King biru miliknya lenyap dari samping rumah. Hilang tanpa jejak.

Sekitar pukul 07.00 WIB, secercah petunjuk muncul di Jalan Sekadau–Sanggau Km 6, Dusun Senuruk. Nanang (36), adik ipar korban, menemukan motor yang ia kenali tergeletak mogok di depan bengkel tambal ban, di dekatnya, seorang pria tampak gelisah.

Kecurigaan berubah jadi kepastian saat pria itu tak mampu menunjukkan surat kendaraan.
“Saya langsung yakin itu motor keluarga. Dia ngotot bilang punya dia, tapi tidak bisa bukti,” kata Nanang.

Ketika situasi terpojok, pria itu mencoba kabur. Sempat melawan. Tapi langkahnya pendek. Warga sekitar yang sudah terpancing sigap mengepung, menghentikan pelarian yang bahkan belum sempat jauh.

Pria itu kemudian diketahui berinisial LD (28), warga Sanggau. Bukan orang baru dalam dunia kejahatan. Ia adalah residivis yang baru saja keluar dari Rutan Sanggau pada April 2026.

Kali ini, nasib tak memihaknya. Motor mogok menjadi “pengkhianat” yang mengunci langkahnya.

Polisi yang datang tak lama kemudian langsung mengamankan pelaku beserta barang bukti. Kasus ini pun resmi naik ke tahap penyidikan.
“Perkara telah memenuhi unsur pidana pencurian dan tersangka sudah diamankan,” ujar Kasi Humas Polres Sekadau, AKP Triyono, Rabu (6/5/2026).

Kerugian korban ditaksir mencapai Rp15 juta.
Di balik kejadian ini, ada satu hal yang jadi catatan: warga memilih menahan emosi. Tak ada aksi main hakim sendiri. Pelaku diserahkan utuh kepada aparat.

Namun satu pesan tersisa jelas di waktu orang terlelap, kejahatan bergerak cepat. Dan kadang, bukan polisi yang pertama menghentikannya melainkan kesalahan pelaku sendiri. [Bom]