Kubangan Maut di Jantung Ketapang: Warga Sukaharja Tagih Janji CSR Perusahaan dan Komitmen Dinas Terkait

Ketapang – Tvnewsone.com
Kondisi infrastruktur di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaharja, RT 024/006, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi urat nadi mobilitas warga sekaligus jalur angkutan pelabuhan itu kini berubah menjadi “ranjau maut” yang mengancam keselamatan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan pada Minggu (11/01/2026) menunjukkan kerusakan parah sepanjang kurang lebih 50 meter. Lubang-lubang besar sedalam kubangan memenuhi badan jalan. Kondisi ini diperparah dengan tidak berfungsinya saluran irigasi atau parit, sehingga setiap kali hujan turun, ruas jalan utama penghubung Ketapang–Siduk berubah menjadi kolam lumpur yang licin dan berbahaya.

 

Akibat pembiaran yang berlangsung hampir lima bulan terakhir, warga setempat terpaksa menanam pohon pisang di tengah lubang jalan. Aksi tersebut bukan hanya bentuk protes, tetapi juga peringatan bagi pengendara—terutama pada malam hari—agar tidak terperosok ke dalam lubang yang kerap menimbulkan kecelakaan.

Tokoh masyarakat setempat, Uti Iwan dan Long Supar, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kondisi tersebut. Mereka menyoroti keberadaan sejumlah perusahaan besar di sekitar lokasi yang dinilai tidak menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.

“Banyak perusahaan besar beroperasi di sini, tapi kami tidak melihat kontribusi nyata. Dana CSR seharusnya bisa dimanfaatkan untuk perbaikan lingkungan. Jalan rusak seperti ini dibiarkan, padahal kendaraan angkutan perusahaan juga melintas. Kecelakaan sudah sering terjadi di titik ini,” keluh mereka kepada awak media.

 

Warga mengakui komitmen Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dalam pembangunan dan perawatan infrastruktur jalan. Namun demikian, mereka menduga lemahnya pelaksanaan di tingkat dinas teknis menjadi penyebab utama lambannya penanganan.

“Semangat Bupati jelas ada, tapi di lapangan sepertinya oknum dinas tidak amanah. Perbaikan hanya sebatas janji. Nyatanya, jalan ini sudah rusak parah hampir setengah tahun tanpa penanganan permanen,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga telah menimbulkan korban luka, terutama bagi pengendara dari arah hulu yang tidak memahami kondisi medan. Masyarakat, tokoh pemuda, hingga tokoh agama kini bersatu mendesak Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Provinsi agar segera turun tangan.

Selain itu, DPRD Ketapang diharapkan dapat mengawal secara ketat penganggaran perbaikan jalan agar tidak sekadar menjadi wacana tahunan. Warga Ketapang, kota yang dikenal dengan semboyan Betuah Kayung, kini menanti bukti nyata demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.
(MK)