Bulog Divreg Kalbar Kembali Salurkan SPHP Sebanyak 28.222 Ton Beras

Tvnewsone.com, Pontianak – Setelah sempat vakum selama empat bulan, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kembali digelontorkan oleh Perum Bulog di Kalimantan Barat. Penyaluran ini menjadi harapan bagi masyarakat di tengah kenaikan harga beras yang sempat melambung.

Pimpinan Perum Bulog Kanwil Kalbar, Dedi Aprilyadi, usai merayakan Hut RI ke 80 di  halaman Kantor Bulog Kalbar pada Minggu pagi (17/8) menyampaikan secara nasional, pemerintah menyiapkan cadangan beras SPHP sebanyak 1,3 juta ton hingga akhir 2025.
“Untuk Kalimantan Barat, jatah yang dialokasikan mencapai 28.222 ton dan akan disalurkan secara bertahap hingga Desember. Khusus bulan Juli kemarin alokasi mencapai 2.111 ton,” kata Dedi.

Namun realisasi baru mencapai 318,ton 200 kg melalui Gerakan Pasar murah, sedangkan penyaluran beras SPHP Melalui Koperasi Desa Merah Putih di Desa Jeruju Besar dan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten  Ketapang baru mencapai 14 Ton 150 kg.

Lebih lanjut disampaikan Dedi, penyaluran tahun ini berbeda dengan 2024. Sekarang boleh disalurkan ke kios pangan, Koperasi Merah Putih, Rumah Pangan Kita (RPK), pasar tradisional, hingga gerakan pangan murah.
“Tujuan utama dari program SPHP ini adalah menekan harga beras agar tidak naik drastis, terutama di masa antara dua musim panen. Saat ini, Kalbar masuk musim tanam kedua, dan penyaluran SPHP kembali digencarkan,” jelasnya.

Menurut Dedi bahwa SPHP hanya boleh dijual dengan harga maksimal sesuai HET. Untuk Kalimantan Barat yang masuk zona 2, harga eceran tertinggi ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram.
“Kami akan rutin monitoring. Penyaluran harus tepat kualitas, tepat harga. Jangan sampai melebihi HET,” tegasnya.

Selama empat bulan terakhir, pasokan SPHP memang terhenti karena adanya siklus tanam dan panen. Hal ini sempat menyebabkan lonjakan harga di tingkat pedagang. Namun, dengan kembalinya distribusi SPHP
Dedi juga menyebutkan, sepanjang musim panen  2025, Bulog telah menyerap 3..763 000.ton beras atau  sekitar 93,34 %  dari target 4.031 ton. Penyerapan ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menjaga stok dan mendukung petani.
“Dengan ketersediaan stok dan penyaluran yang intensif, diharapkan harga beras di Kalbar bisa kembali stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga, sedangkan target dan realisasi bantuan pangan di itahun 2025 untuk bulan Juni dan Juli, Bulog Divisi Regional Kalbar telah memberikan bantuan untuk 294.tibu 760 warga penerima Bantuan Pangan sebanyak  5,74 8 ton atau 97,51%,” pungkasnya. [TWH]