Berita  

KNPI Pontianak Beri Masukan ke Pemkot: Perlu Atensi Lebih pada Pengemis dan Kebersihan Parit di Kawasan UMKM

Pontianak – Tvnewsone.com, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Pontianak, Rio Rahmadanu, melontarkan catatan kritis terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak. Dalam pernyataannya, Rio menyoroti ketimpangan sosial dan degradasi lingkungan yang dinilai luput dari perhatian serius pemerintah.

​Pernyataan tersebut disampaikan Rio setelah menggelar kegiatan Diskusi Pemuda dan peringatan Milad Ketua Umum yang digelar di salah satu kafe di Pontianak (16/02/2026). Forum yang dihadiri perwakilan Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak ini menjadi momentum bagi pemuda untuk menyuarakan keresahan mereka terhadap kondisi kota terkini.

​Isu pertama yang menjadi sorotan utama KNPI adalah maraknya keberadaan pengemis dan gelandangan di Kota Pontianak. Rio menilai fenomena ini tidak hanya terjadi di perempatan jalan, namun sudah merambah hingga ke area publik lainnya seperti kafe-kafe.
​”Terus terang saja, di Kota Pontianak ini masih banyak hal yang perlu menjadi atensi pemerintah. Terutama terkait banyaknya pengemis. Harusnya ini tidak diperbolehkan, merujuk pada Perda (Peraturan Daerah) yang ada,” ujar Rio.

​Namun, Rio menekankan bahwa pendekatan pemerintah tidak boleh sekadar penertiban atau pelarangan. Ia mendesak adanya solusi konkret berupa pemberdayaan.
​”Pemerintah wajib memberdayakan mereka. Bagaimana menyiasati atau mengelola mereka sehingga tidak terjadi seperti ini. Ini menunjukkan kesenjangan sosial yang sangat nyata di Kota Pontianak,” tegasnya.

​Selain masalah sosial, Rio juga menyoroti aspek kebersihan lingkungan yang dinilai memprihatinkan, khususnya kondisi parit di pusat-pusat keramaian dan UMKM. Ia mengambil contoh spesifik di kawasan Jalan Jawa dan Sungai Jawi.
​”Coba kita lihat di situ, di tempat keramaian UMKM. Paritnya banyak sekali yang hitam. Saya kira itu akibat pembuangan sampah atau limbah oleh aktivitas penjualan di sana,” ungkap Rio.
​Ia mengingatkan Pemkot Pontianak untuk tegak lurus dengan arahan pemerintah pusat. Rio menyinggung instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan “Kurve” atau bersih-bersih lingkungan yang seharusnya diimplementasikan hingga ke tingkat daerah.
​”Pemerintah pusat, Pak Prabowo, meminta kita ini ‘Kurve’, bersih-bersih. Bagaimana kita bisa membersihkan kota ini, minimal parit-parit kitalah. Pemerintah Kota Pontianak khususnya, jangan hanya sekadar membangun saja, tapi merawat tidak bisa,” kritiknya tajam.
​Ia berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan efektif untuk membersihkan saluran air dan mengedukasi para pelaku usaha agar tidak membuang limbah sembarangan ke parit.

​Dalam diskusi yang juga membahas arah kepemimpinan daerah, Rio menyampaikan pandangan KNPI mengenai sosok pemimpin ideal untuk Kota Pontianak ke depan. Ia menegaskan bahwa pemuda akan mendukung figur yang memiliki legitimasi kuat dan keberpihakan nyata terhadap generasi muda.
​”Siapapun orangnya, tentu yang punya legacy, yang selalu dekat dengan pemuda dan mendorong pemuda, pasti akan kita dukung,” kata Rio.

​Menanggapi dinamika politik dan mekanisme pemilihan kepala daerah termasuk wacana penentuan oleh DPRD, Rio menyatakan sikapnya yang demokratis namun tetap patuh pada aturan.
​”Kita inginnya demokrasi. Namun apapun itu, kita tetap manut dan patuh terhadap pemerintah pusat. Siapapun nanti yang memimpin, kita dukung untuk menyongsong kemajuan daerah,” tambahnya.

(Red)