Respons cepat ditunjukkan aparat TNI pasca insiden pesawat Smart Air PK-SNR di Korowai Batu. Selain memastikan situasi tetap aman dan terkendali, Satgas Korpasgat bersama Satgas Rajawali II dan Yonif 126 langsung menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi warga di sekitar bandara. Pendekatan ini menegaskan bahwa operasi pengamanan di Papua Selatan berjalan berdampingan dengan pembinaan teritorial dan pelayanan sosial
Tvnewsone.com, Boven Digoel – Satgas Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) bersama Satgas Rajawali II dan Yonif 126 tiba di Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, dan langsung menggelar layanan pemeriksaan kesehatan serta pengobatan gratis bagi masyarakat sekitar Bandara Korowai Batu, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga di wilayah terpencil yang mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan, terutama pasca insiden pesawat Smart Air PK-SNR.
Puluhan warga memanfaatkan layanan medis gratis yang disediakan tim kesehatan TNI. Keluhan yang ditangani didominasi demam, batuk, pilek, serta gangguan kulit akibat hujan deras dan suhu dingin yang melanda wilayah Boven Digoel dalam beberapa pekan terakhir.
Suasana pelayanan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Personel TNI tidak hanya melakukan pemeriksaan dan memberikan obat sesuai keluhan, tetapi juga menyampaikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta daya tahan tubuh di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Salah seorang warga mengaku bersyukur atas kehadiran tim kesehatan TNI.
“Kami senang TNI hadir membantu kami. Sekarang bisa berobat tanpa harus pergi jauh ke kota,” ujarnya.
Anggota Satgas menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah penugasan.
“Ini bukti nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat. Selain menjaga keamanan, kami juga hadir membantu kebutuhan dasar warga,” ujar salah satu personel Satgas.
Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan bahwa kehadirannya di wilayah Papua Selatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga pembinaan teritorial dan pelayanan sosial. Upaya tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat serta mendukung stabilitas dan kesejahteraan di wilayah perbatasan.











