Tvnewsone.com, Sanggau – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Sanggau tahun 2025 yang ditargetkan oleh pemerintah sebesar 2500 hektar anjlok dan terkesan sangat sepi peminat, hanya mencapai 1300 hekter yang terealisasi .
Padahal dari awalnya dana yang diterima hanya Rp 30 juta perhektar kini naik jadi Rp 60 juta perhektar digunakan untuk tumbang chiping, pembelian bibit, pembelian pupuk pestisida dan herbisida serta perawatan selama 3 tahun. Tidak mempu menarik minat petani untuk melakukan program PSR ini.
Seringkali sepi peminat dan gagal mencapai target tahunan yang ditetapkan pemerintah. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yang menjadi kendala bagi petani, baik dari sisi regulasi maupun ekonomi.
Kepala Dinas Perkebunan Dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Syafriansyah kepada media membenarkan sepinya peminat PSR tahun 2025.
“Ya benar bang tahun 2025 untuk PSR Sanggau terealisasi sekitar1300 Ha, dan 600 Ha sdh rekomendasi, 700 Hektar masih proses di Disbunnak Provinsi kalbar,” kata Safriansyah Senin, (05/01).
Ketika disinggung pencairan dana PSR, Syafriansyah menjelaskan, dana yang dicairkan sesuai dengan yang direalisasikan, karena proses transfer setelah semua persyaratan lengkap yang dibuktikan dengan rekomtek dari Dirjenbun Kementan.
“Artinya yang direalisasikan 1300 hektar maka yang dicairkan juga 1300 heltar langsung dari kementan, tidak ada istilah sisa anggaran tersisa,” tegasnya.
Kendala Petani Kurang minat PSR
Ketika harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di pasaran sedang tinggi, minat petani untuk meremajakan kebunnya menurun karena merasa lebih menguntungkan untuk terus memanen sawit yang ada, meskipun produktivitasnya sudah rendah. [HJB]












