tvnewsone.com, Bengkayang – Kondisi Jembatan Sungai Batukng yang terletak di Dusun Semidang, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung, Kabupaten Bengkayang, kini menuai sorotan warga. Pasalnya, jembatan yang menjadi penghubung penting antara Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang tersebut sudah mengalami kerusakan meski belum genap setahun sejak selesai dibangun.
Bagian yang rusak terlihat pada permukaan jembatan yang dilapisi aspal beton (hotmix) jenis Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC), lapisan aus yang seharusnya berfungsi menahan beban lalu lintas dan memberikan ketahanan terhadap permukaan jembatan. Saat ini, lapisan tersebut tampak mengelupas dan berlubang di beberapa titik.
Padahal, AC-WC dikenal sebagai material berkualitas tinggi karena terbuat dari campuran aspal cair dan agregat (batu serta pasir) yang dipanaskan dan dicampur secara merata. Lapisan ini menjadi bagian teratas struktur jalan atau jembatan yang paling vital dalam menjaga kekuatan serta kenyamanan pengguna jalan.
Salah satu warga pengguna jalan, Yulianto mengaku kecewa dengan kondisi jembatan tersebut.
“Setahu saya, jembatan ini belum ada setahun dibangun, tapi kondisinya sudah seperti ini. Fisiknya juga dibuat biasa-biasa saja. Saya merasa tidak nyaman saat melintas, apalagi kalau ada ambulans lewat, jadi terhambat hanya karena hal sepele seperti ini,” ujarnya kepada awak media.
Ia juga menambahkan, pemerintah seharusnya tidak tinggal diam terhadap kondisi ini.
“Saya berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat jangan tutup mata. Seharusnya ini masih tanggung jawab kontraktor pelaksana sebagai pemenang lelang. Kalau tidak salah, jalan ini memang di bawah kewenangan Pemprov Kalbar,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat belum memberikan tanggapan resmi terkait kerusakan pada jembatan tersebut.
Kerusakan dini pada jembatan Sungai Batukng ini menimbulkan pertanyaan besar terkait mutu pekerjaan dan pengawasan proyek infrastruktur di daerah. Warga berharap agar pihak terkait segera turun tangan memperbaiki, mengingat jembatan ini merupakan akses vital antar kabupaten dan kerap dilalui kendaraan umum, termasuk ambulans. [Rin]











