Ekbis  

Penerima Manfaat Beasiswa LPDB ini Berhasil Mengekspor Kayu Manis Senilai USD 53.040

Tvnewsone.com, Jakarta – Kayu Manis (Cinnamomum sp.) termasuk salah satu rempah-rempah produksi unggulan dari Indonesia. Produk ini banyak diminati oleh pasar global karena dikonsumsi untuk banyak kebutuhan. Pada 2022, Indonesia merupakan negara ke-4 terbesar untuk eksportir kayu manis setelah China, Vietnam dan Sri Lanka. Dilansir oleh Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia, lebih dari 5000 ton kayu manis di ekspor Indonesia ke mancanegara pada tahun 2024.

Salah satu penyumbang hasil ekspor tersebut adalah CV Agro Santara Indonesia yang di awaki Rizqi Akbar dan Hafiz, anak muda asal Kabupaten Kerinci Jambi. Mereka berhasil mengekspor kayu manis sebanyak 10,4 ton dengan nilai investasi USD 53.040. Bahkan telah dikontrak selama 12 bulan. Diperkirakan sebanyak 250 ton kayu manis dengan berbagai variannya bakal diangkut ke Turki.

Rizqi (31) mengungkapkan bagaimana kayu manis begitu berarti bagi dirinya. Ia dan keluarganya begitu bergantung pada tanaman ini.
“Saya berasal dari keluarga besar petani. Buyut, kakek nenek, ayah dan ibu adalah petani. Istri saya pun petani,” kata Rizqi yang merupakan lulusan Teknik Elektro University Andalas Padang.

Ia juga menyelesaikan pendidikan S2 dengan jurusan Environment and Sustainability di University of Michigan, Amerika Serikat melalui bea siswa LPDB. Selama menyelesaikan studi di Amerika dirinya aktif mengingkuti mentoring bisnis juga mempelajari langsung ke market retail Amerika Serikat untuk menyurvei produk produk rempah asal Indonesia yang dijual disana.
“Selama ini yang mendapat nilai tambah terbesar dari hasil pertanian yang ditanam, dipelihara dan dijaga bukanlah petani melainkan pihak distributor dan importir dan konsumen di luar negeri. Petani hanya menjadi sumber daya/resources, bukan sebagai pemberdayaan. Oleh karena itu, kami mencari celah melalui ekspor langsung agar petani juga dapat menikmati nilai tambah yang lebih besar dari hasil jerih payahnya,” sambung ayah dua orang anak ini.

Berkat dukungan dari Pertamina Foundation melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pemerintah Daerah, Kementerian Perdagangan, kelompok petani di Kabupaten Kerinci ini bisa menjangkau pasar global. Selain Turki, Inggris, Qatar, dan Perancis menjadi sasaran ekspor kayu manis.

Apa yang telah digapai Rizqi Cs ini diapresiasi oleh Pertamina. Rudi Ariffianto, VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) berharap keberhasilan bernegosiasi sampai deal untuk pengiriman kayu manis 1 kontainer ke Turki harus diimbangi dengan menjaga konsistensi, kualitas dan kuantitasnya. Apalagi bisnis kayu manis melibatkan banyak orang, seperti petani, ibu rumah tangga, dan masyarakat.

Diketahui, CV Agro Santara Indonesia menjadi pemenang dalam program PF Muda 2025 kategori Sociopreneur, memberdayakan petani kayu manis di Kerinci dengan sistem blockchain traceability, kemasan QR code, serta praktik panen berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Agro Santara Indonesia, Pemenang PF Muda

Sejak diluncurkan pada 2020, PF Muda bertujuan membina anak muda menjadi Local Heroes yang mampu menyelesaikan tantangan sosial-ekonomi di lingkungan mereka. Program ini memiliki dua kategori utama: Sociopreneur untuk proyek sosial yang sudah berjalan, dan Ideation bagi proyek dalam tahap konsep. PF Muda juga menyediakan ekosistem lengkap mulai dari pendanaan, mentoring, hingga akses pasar global

Presiden Direktur Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menilai keberhasilan ini membuktikan efektivitas PF Muda dalam mencetak pemimpin muda yang mampu membawa produk lokal ke panggung global.
“Rizqi menjadi salah satu champion PF Muda yang berhasil menjadikan kayu manis sebagai komoditas ekspor unggulan ke Turki,” katanya.

Ditempat yang sama, Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci, Osra Yandi, mengapresiasi capaian generasi muda Kerinci.
“Kami mensupport apa yang telah dilakukan dan diraih oleh Rizqi dan Hafiz dengan mengekspor kayu manis ke Turki. Kita berharap ekspor ini terus berkelanjutan karena tanaman kayu manis memang menjadi salah satu tanaman yang banyak ditemui di wilayah Kerinci,” katanya dalam acara pelepasan produk ekspor kayu manis PFMuda Agro Santara Indonesia tujuan Turki, Selasa (30/9/2025) di Gudang Melody Corliss Logistik Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Marunda Jakarta Utara ini.