Bengkayang, Kalbar – Penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sekayok, Kecamatan Bengkayang, Senin sore (25/8/2025), berakhir ricuh. Video kericuhan ini viral di berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook, Tiktok hingga media online.
Ketegangan pecah sekitar pukul 16.40 WIB ketika aparat mengamankan seorang penambang bernama Mikael, sosok yang disebut-sebut sebagai panutan komunitas penambang. Warga yang tidak terima langsung menghadang aparat.
Dalam suasana mencekam itu, seorang perwira muda berbaju putih, IPDA Pepen Saiyan, nyaris menjadi korban amukan massa. Tak hanya itu, satu unit mobil dinas yang ditumpangi Kapolres Bengkayang ikut rusak akibat amarah warga.
Situasi semakin genting ketika massa menahan aparat agar tidak bisa keluar dari lokasi. Mereka mendesak skenario “tukar guling”: polisi yang ditahan hanya boleh dilepaskan jika Mikael dan penambang lainnya dibebaskan.
Hingga Selasa pagi (26/8/2025), Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab, S.Sos, S.I.K, belum memberikan keterangan resmi terkait insiden maupun langkah hukum berikutnya.
PETI di Bengkayang
Aktivitas PETI bukan persoalan baru di Kabupaten Bengkayang. Meski berulang kali ditertibkan, praktik tambang emas ilegal tetap marak. Selain menimbulkan kerugian negara dan kerusakan lingkungan, aktivitas ini juga kerap memicu konflik sosial.
Masyarakat menilai, penanganan PETI tidak cukup hanya dengan operasi penertiban. Perlu regulasi jelas, solusi ekonomi bagi penambang, hingga pengawasan ketat agar konflik serupa tidak ter
us terjadi.(Rin).











