Tvnewsone.com, Bengkayang — Koperasi Teguh Bengkayang Sejahtera (TBS) kembali melakukan ekspor jagung ke Malaysia. Pengiriman komoditas pertanian unggulan tersebut dijadwalkan berangkat pada Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 08.30 WIB melalui perbatasan Jagoi Babang, menuju Kota Kuching, Sarawak, Malaysia.
Edison, yang lebih dikenal dengan nama Akong selaku Pembina Koperasi TBS, menyampaikan bahwa jumlah jagung yang diekspor kali ini mencapai 12 ton.
“Besok pagi sekitar pukul 08.30, Koperasi TBS kembali mengekspor jagung ke Malaysia sebanyak 12 ton,” ujar Akong saat ditemui sejumlah media pada Senin (4/8).
Menurutnya, Kabupaten Bengkayang kini memiliki posisi strategis dalam pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Ia menyebut daerah ini telah berkembang menjadi salah satu sentra produksi jagung terbesar di Kalimantan Barat.
Lebih lanjut, Akong menjelaskan bahwa ekspor jagung ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Program tersebut menempatkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai fokus utama dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Beberapa waktu lalu program ini telah diluncurkan, dan kini memasuki kuartal ketiga, Bengkayang kembali menunjukkan komitmennya melalui ekspor hasil pertanian lokal,” terangnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan jagung di wilayah sekitar terus meningkat. Kota Singkawang, misalnya, membutuhkan pasokan jagung hingga 5.000 ton setiap bulan. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mulai melihat komoditas jagung sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak hanya fokus pada satu jenis pertanian. Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan permintaan yang stabil, baik untuk kebutuhan lokal maupun ekspor,” ucapnya.
Ditambahkan, saat ini telah tersedia pabrik pengolahan jagung di Bengkayang yang siap menampung hasil panen petani dengan harga kompetitif, yakni Rp5.500 per kilogram.
Upaya ekspor jagung ini diharapkan dapat memperkuat posisi Kabupaten Bengkayang sebagai daerah penopang ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal melalui perluasan pasar dan stabilitas harga. [Rin]











