Woww Sanggau Dapat Bantuan PSR 2500 Hektar Lahan Sawit

Tvnewsone.com, Sanggau – Kabar baik bagi pekebun di tanah air, pemerintah memutuskan menaikkan dua kali lipat dana program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) kepada para pekebun rakyat. Dari awalnya dana yang diterima hanya Rp 30 juta perhektar kini naik jadi Rp 60 juta perhektar. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ungkapkan itu secara langsung, berikan kabar gembira bagi pekebun.

Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat dapat dilakukan dengan perbaikan kultur teknis (best management practices) atau penggunaan bibit unggul saat proses replanting. Dengan adanya replanting maka perkebunan yang pada awalnya tidak menggunakan bibit unggul, dapat diganti dengan bibit-bibit unggul sehingga pada akhirnya dengan luasan lahan yang sama akan dapat menghasilkan produksi minyak kelapa sawit lebih banyak.

Kepala Dinas Perkebunan Dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Syafriansyah kepada media diruang kerjanya mengatakan, Dinas mendapatkan amanah melaksanakan peremajaan sawit rakyat yang bersumber dari dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Badan Pengembangan yang berupakan salah satu layanan umum dibawah menteri keuangan yang di kumpulkan dari dana ekspor CPO.
“Disanggau dana PSR ini sudah dilaksanakan sejak 2019 yang sudah direalisasikan sampai 2025 seluas 6.135 ha, tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Sanggau yang merupakan sentral kelapa sawit seperti kecamatan Kapuas, Parindu, Meliau, Kembayan dan kecamatan Tayan hulu. Khusus untuk tahun 2025 kita diberikan target untuk menggarap 2500ha untuk peremajaan sawit,” jelasnya.

Lebih lanjut Syafriansyah mengatakan perbedaan yang sangat mencolok tahun ini yaitu jumlah dana yang diberikan hibah kepada petani, kalau dulu 30jt perhektar sekarang sudah menjadi 60juta per hektar digunakan untuk tumbang chiping, pembelian bibit, pembelian pupuk pertisida dan herbisida dan perawatan selama 3 tahun.

Ini merupakan kesempatan besar bagi para petani kelapa sawit terutama yang memiliki usia tanam tua umur sudah lebih dari 25 tahun atau usia kurang dari 20 tahun tapi produksi sudah rendah dibawah 10ton per hektar per tahun,” tutupnya. [HD]