PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp
PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

GIFA-METEC Indonesia 2026 Dibuka, Dorong Teknologi untuk Perkuat Hilirisasi Industri Logam

Pasang Iklan Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

Tvnewsone.com , Jakarta – Pameran internasional teknologi pengecoran dan metalurgi, GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026, resmi dibuka di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Memasuki edisi ketiga, pameran yang berlangsung hingga 12 September 2026 itu menghadirkan lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dengan area pameran lebih dari 8.000 meter persegi.

GIFA dan METEC Indonesia 2026 digelar Messe Düsseldorf Asia bersama PT Pamerindo Indonesia dan berlangsung berdampingan dengan Mining Indonesia ke-24 dalam rangkaian IEE Series – Engineering Week 2026.

Pameran ini mempertemukan produsen teknologi, pemasok bahan baku, pakar industri hingga pelaku manufaktur untuk mendorong efisiensi, otomatisasi dan keberlanjutan industri logam di Indonesia.

Managing Director Messe Düsseldorf Asia, Lars Wismer, mengatakan Indonesia kini memasuki tahap penting dalam pengembangan industri logam, terutama dalam memperkuat hilirisasi.

“Indonesia telah membuktikan bahwa mereka dapat membangun kapasitas dalam skala besar. Tantangan selanjutnya adalah memperkuat ekosistem hilir yang mengubah aluminium mentah menjadi produk bernilai tinggi dan kompetitif,” ujar Wismer.

Salah satu sorotan tahun ini adalah Aluminium Pavilion, yang untuk pertama kalinya dihadirkan untuk menampilkan teknologi sepanjang rantai produksi aluminium, mulai dari peleburan, paduan, ekstrusi, rolling, produksi kawat, pemotongan presisi hingga daur ulang logam.

Kehadiran paviliun tersebut dinilai relevan dengan pengembangan industri aluminium nasional, termasuk kebutuhan material ringan untuk kendaraan listrik, konstruksi dan infrastruktur energi terbarukan.

Country General Manager PT Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan penguatan kapasitas hilirisasi menjadi langkah penting seiring berkembangnya industri aluminium di Indonesia.

“Dengan adanya kemajuan pembangunan smelter aluminium di Indonesia, perluasan kapasitas hilirisasi domestik merupakan langkah selanjutnya yang masuk akal,” katanya.

Selain menampilkan teknologi, GIFA dan METEC Indonesia 2026 juga menghadirkan rangkaian seminar dan Tech Talk yang melibatkan 19 pakar industri, akademisi serta perwakilan perusahaan.

Topik yang dibahas antara lain otomatisasi, teknologi pemanasan induksi, produksi baja berkelanjutan, peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), industri rendah karbon hingga efisiensi peralatan industri berat.

Lia menilai tingginya partisipasi pelaku industri internasional menunjukkan semakin strategisnya posisi Indonesia dalam pengembangan industri metalurgi dan pengecoran logam di Asia Tenggara.

“Pameran ini lebih dari sekadar ajang komersial. Antusiasme eksibitor internasional memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi metalurgi dan pengecoran logam di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026) di Hall B dan C JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran terbuka gratis bagi pengunjung profesional.