PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp
PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp
CSR  

Bumitama Raih Medbun Awards 2026 Berkat Program KOLEGA yang Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Perwakilan Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) menerima penghargaan Medbun Awards 2026 kategori Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan dalam memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program KOLEGA Ekonomi Produktif. Foto: Dok Bumitama
Pasang Iklan Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

Tvnewsone.com, Jakarta – Komitmen PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) dalam memberdayakan masyarakat desa melalui program ekonomi produktif kembali mendapat pengakuan. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut berhasil meraih Medbun Awards 2026 pada kategori Excellence in CSR for Empowering Community Economic Development.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Theo Andre, Social Affair Specialist BGA Group, dalam seremoni penganugerahan yang berlangsung di Jakarta.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bumitama tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pendampingan yang berkelanjutan.

CSR Department Head BGA Group, Rizki Munadhil, mengatakan bahwa perusahaan mengembangkan Program KOLEGA Ekonomi Produktif sebagai upaya menciptakan usaha masyarakat yang mandiri dan berdaya saing.
“Melalui program KOLEGA Ekonomi Produktif, Bumitama mendorong tumbuhnya usaha masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Rizki.

KOLEGA atau Kelompok Eksternal Binaan BGA dikembangkan sebagai respons terhadap tantangan sosial ekonomi di 114 desa yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan perusahaan, sekitar 32 persen desa tersebut masih membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat. Karena itu, program KOLEGA dirancang untuk membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Hingga Mei 2026, program ini telah mendampingi 41 kelompok binaan yang beranggotakan 241 orang di 29 desa. Beragam sektor usaha dikembangkan sesuai potensi masing-masing daerah, mulai dari hortikultura, peternakan, perikanan, olahan pangan, hingga kerajinan tangan.

Pendampingan yang diberikan Bumitama dilakukan secara menyeluruh. Selain meningkatkan kompetensi melalui Sekolah Desa Berdaya, perusahaan juga membantu penguatan tata kelola organisasi, legalitas usaha, akses pasar, hingga akses pembiayaan.
Saat ini seluruh kelompok binaan telah memiliki struktur organisasi. Sebanyak 85 persen kelompok telah menerapkan sistem pencatatan keuangan yang baku, 59 persen telah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), serta sebagian besar telah mengantongi legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT, hingga Sertifikat Halal.

Mimin, pelaku UMKM binaan Program KOLEGA Ekonomi Produktif Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group), menunjukkan produk unggulan berupa keripik olahan yang berhasil menembus pasar lokal hingga berbagai pameran UMKM. Pendampingan yang diberikan perusahaan mencakup peningkatan kapasitas usaha, legalitas, akses pembiayaan, hingga perluasan jaringan pemasaran. Foto: dok Bumitama

Tak hanya itu, Bumitama juga membantu memperluas pemasaran produk kelompok binaan. Produk-produk tersebut kini dipasarkan di pasar lokal, swalayan regional, berbagai pameran UMKM, hingga kantor pusat Bumitama di Jakarta.
Perusahaan juga memfasilitasi akses pembiayaan melalui sejumlah lembaga keuangan, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan omzet kelompok binaan dari tahun ke tahun.

Menurut Rizki, keberhasilan sebuah program pemberdayaan masyarakat tidak diukur dari besarnya bantuan yang diberikan, melainkan dari kemampuan masyarakat untuk mengembangkan usaha yang mampu bertahan, menciptakan nilai ekonomi, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas.
“Keberhasilan program pemberdayaan bukan hanya soal banyaknya bantuan yang diberikan, tetapi bagaimana masyarakat mampu membangun usaha yang mandiri, berkelanjutan, dan memberi dampak ekonomi bagi lingkungan sekitarnya,” tutup Rizki.