Tvnewsone.com, Pontianak – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Provinsi Kalbar dan Kalbar Food Festival resmi menggelar konferensi pers Saprahan Khatulistiwa 2026 x Kalbar Food Festival ke-7 di Ruang Sao Langke, Lantai 3 KPwBI Kalbar, Rabu (29/4).
Kegiatan tahunan yang telah menjadi kalender event pariwisata Kalimantan Barat ini diproyeksikan kembali menyedot perhatian masyarakat luas. Tahun ini, penyelenggara menargetkan lebih dari 21 ribu pengunjung dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp2,6 miliar.
Hadir sebagai narasumber dalam konferensi pers tersebut yakni Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar Drs. Sugeng Hariadi, MM, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar Dhony Iwan Kristanto, serta Founder Kalbar Food Festival Edy Hartono dan Yenna Wiguna.
Rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa ke-7 sendiri telah dimulai melalui pre-event sejak 21 Januari hingga 30 April 2026. Sementara puncak acara atau main event dijadwalkan berlangsung pada 4–6 Mei 2026 di pelataran Ayani Mega Mall Pontianak.
Beragam agenda budaya dan ekonomi kreatif akan memeriahkan kegiatan tersebut, mulai dari sajian kuliner khas saprahan, Festival Liberika Khatulistiwa, bincang wastra, kompetisi fashion show cilik, Ngander Kapuas, hingga berbagai program edukasi dan promosi UMKM.
Kepala Dinas Porapar Kalbar, Sugeng Hariadi mengatakan, Saprahan Khatulistiwa telah menjadi event yang paling dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
“Tahun lalu jumlah pengunjung mencapai 20.375 orang dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 21.400 pengunjung. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat sangat besar terhadap event budaya dan kuliner seperti ini,” ujarnya.
Menurut Sugeng, pemerintah daerah telah melakukan promosi sejak awal tahun melalui videotron hingga penyebaran buku kalender event di sejumlah hotel di Pontianak dan Singkawang.
Ia berharap Saprahan Khatulistiwa semakin memperkuat posisi Kalbar sebagai destinasi wisata budaya dan kuliner unggulan di Indonesia.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalbar Dhony Iwan Kristanto menegaskan, pelaksanaan tahun 2026 menghadirkan sejumlah inovasi baru yang tidak ditemukan pada event sebelumnya.
Salah satunya adalah peluncuran desain baru kain tenun Kabupaten Sintang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal.
“Kami ingin memperkuat warisan budaya melalui inovasi kain tenun, sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya,” katanya.
Selain itu, BI Kalbar juga akan menggelar kompetisi Kopi Liberika Khatulistiwa untuk mencari dan mendorong lahirnya barista profesional dari Kalimantan Barat.
Tidak hanya fokus pada budaya dan kuliner, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor.
BI Kalbar menyiapkan klinik UMKM yang memberikan pendampingan terkait sertifikasi halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga konsultasi ekspor.
“Nanti masyarakat dan pelaku UMKM bisa langsung berkonsultasi mengenai sertifikasi halal gratis melalui program Sehati, termasuk bagaimana proses pengurusan ekspor produk,” jelas Dhony.
Founder Kalbar Food Festival Edy Hartono menambahkan, geliat ekonomi kreatif dan kuliner di Kalbar dinilai terus berkembang meski di tengah tantangan ekonomi nasional.
Menurutnya, pertumbuhan kafe, rumah makan, dan usaha kuliner baru di Pontianak menjadi indikator positif bahwa ekonomi masyarakat masih bergerak baik.
“Kami optimistis event ini mampu mengangkat ekonomi lokal, khususnya pelaku UMKM kuliner dan perajin tenun. Tantangan selama ini adalah keterbatasan produksi ketika permintaan meningkat,” ungkapnya.
Ia juga berharap pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kapasitas produksi para perajin agar mampu memenuhi permintaan pasar, termasuk dari luar negeri.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga menyiapkan agenda pemecahan Rekor MURI melalui penyajian 12.000 porsi lontong Sukadana, kuliner khas Kabupaten Kayong Utara.
Pemecahan rekor tersebut akan digelar pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 09.00 WIB di halaman Ayani Mega Mall Pontianak.
“Masyarakat bisa menikmati 12 ribu porsi lontong Sukadana secara gratis. Tujuan kami adalah memperkenalkan pangan lokal Kalbar ke tingkat nasional melalui pencatatan Rekor MURI,” kata Edy.
Panitia pun mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk hadir dan meramaikan rangkaian Saprahan Khatulistiwa 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap budaya lokal, UMKM, dan ekonomi kreatif daerah.












