Sekadau- Tvnewsone.com ,Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sekadau memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan pasien dipulangkan atau dipaksa pulang oleh pihak rumah sakit.
Direktur RSUD Kabupaten Sekadau, dr. Tanjung Harapan Tampubolon, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan bentuk kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat.
“Kami sebelumnya meminta maaf atas adanya misinformasi terkait berita tersebut. Perlu kami sampaikan bahwa RSUD Sekadau tidak memulangkan ataupun memaksa pasien pulang. Hingga saat ini pasien yang dimaksud masih menjalani perawatan di ruang rawat penyakit dalam RSUD Sekadau,” kata dr. Tanjung dalam keterangannya, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Ia menjelaskan, pasien tersebut telah menjalani perawatan sejak masuk ke RSUD Sekadau pada 15 Juni 2026 dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi yang dialami.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, pasien diketahui mengalami gangguan neurologi yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit dengan fasilitas, sarana prasarana, serta sumber daya manusia yang lebih lengkap.
Menurutnya, proses rujukan telah diajukan secara daring ke rumah sakit tujuan. Namun hingga kini pihak rumah sakit rujukan belum memberikan jawaban sehingga pasien tetap dirawat di RSUD Sekadau sambil menunggu kepastian penerimaan.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pasien menderita gangguan neurologi dan harus mendapatkan penanganan lebih lanjut di rumah sakit yang memiliki fasilitas dan tenaga medis yang lebih lengkap. Sampai saat ini rumah sakit rujukan belum memberikan jawaban sehingga pasien masih tetap dirawat di RSUD Sekadau,” jelasnya.
Pihak rumah sakit juga memastikan keluarga pasien telah mendapatkan penjelasan terkait kondisi pasien maupun proses rujukan yang sedang berlangsung.
dr. Tanjung menyebutkan bahwa informasi yang viral di media sosial bukan berasal dari keluarga pasien.
Bahkan keluarga pasien telah menghubungi pihak rumah sakit dan menyatakan tidak mengenal orang yang mengunggah maupun menyebarkan informasi tersebut.
“Keluarga pasien sudah diberikan penjelasan dan memahami kondisi yang terjadi. Terkait postingan yang beredar di media sosial, itu bukan dibuat oleh keluarga pasien, melainkan oleh pihak lain yang tidak memahami informasi yang sebenarnya,” katanya.
RSUD Sekadau saat ini terus melakukan koordinasi dengan rumah sakit rujukan agar pasien dapat segera memperoleh pelayanan lanjutan yang dibutuhkan sesuai kondisi medisnya.
Selain itu, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
“RSUD Sekadau menghimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman serta merugikan pasien dan keluarganya. Kami tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, transparan, dan sesuai standar medis serta prosedur yang berlaku demi keselamatan dan kepentingan pasien,” tutupnya. (team )












