Tvnewsone.com, Pontianak — Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak menggelar ritual adat Gulung Bide sebagai penutup rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3. Prosesi sakral tersebut berlangsung di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa (28/4/2026), dipimpin oleh seorang panyahant sebagai tokoh adat yang memandu jalannya ritual.
Ritual Gulung Bide menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian Naik Dango, sebuah tradisi tahunan masyarakat Dayak yang sarat nilai budaya dan spiritual. Prosesi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan syukur kepada Jubata, yang dipercaya sebagai sumber kehidupan dan keberkahan.
Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, menyampaikan bahwa pelaksanaan Naik Dango ke-3 berjalan dengan lancar, aman, dan sukses tanpa kendala berarti. Ia menegaskan, ritual penutupan ini merupakan wujud rasa terima kasih kepada Jubata atas kelancaran seluruh kegiatan yang telah berlangsung.
“Melalui ritual ini, kami menyampaikan rasa syukur karena seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik, aman, dan penuh kebersamaan,” ujarnya.
Selain sebagai ungkapan syukur, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan adat dan budaya Dayak di tengah perkembangan zaman. Kehadiran masyarakat dalam prosesi tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk menjaga tradisi leluhur agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Naik Dango sendiri merupakan tradisi adat Dayak yang identik dengan perayaan panen padi, sekaligus menjadi momentum mempererat persatuan dan solidaritas masyarakat. Dengan berakhirnya rangkaian Naik Dango ke-3, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal terus terjaga di tengah kehidupan masyarakat Kota Pontianak.












