Apresiasi Tokoh Dayak Yulius Aho, Naik Dango ke-3 Pontianak Catat Kesuksesan dan Gaung Internasional

Tvnewsone.com,Pontianak – Tokoh Dayak Kalimantan Barat, Yulius Aho, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh panitia pelaksana atas suksesnya penyelenggaraan Naik Dango ke-3 Kota Pontianak yang berlangsung pada 17–25 April 2026 di Rumah Radakng, Pontianak.

Menurut Yulius, kegiatan tersebut menjadi momen penting sekaligus bersejarah bagi pelestarian sub-suku dan budaya Dayak di Kalimantan Barat. Ia menilai, Naik Dango bukan sekadar agenda seremonial, melainkan warisan leluhur yang sarat makna dan harus terus dijaga.

“Naik Dango ini adalah peninggalan leluhur yang wajib kita lestarikan. Ini merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen padi yang telah diterima,” ujarnya saat menghadiri malam penutupan Naik Dango 3 di Rumah Radakng, (25/4) malam.

Ia menambahkan, rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa menjadi inti dari tradisi tersebut, yang selama ini terus diwariskan secara turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Tak hanya itu, Yulius juga menyoroti tingginya antusiasme wisatawan yang hadir pada perhelatan tahun ini. Ia menyebutkan, kunjungan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan signifikan, termasuk dari Malaysia dan Belanda.

“Dari Malaysia saja tercatat puluhan bus, bahkan jumlahnya lebih dari 100 rombongan. Selain itu, ada juga wisatawan dari Belanda yang turut hadir. Ini menjadi bukti bahwa budaya Dayak sudah dikenal luas hingga ke mancanegara,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pontianak yang telah menetapkan Naik Dango sebagai agenda tahunan dan memasukkannya dalam kalender pariwisata daerah. Hal ini dinilai mampu mendorong promosi budaya sekaligus meningkatkan sektor pariwisata.

Yulius berharap, ke depan tradisi Naik Dango dapat terus dilestarikan dan dikembangkan, terutama oleh generasi muda Dayak.

“Adat adalah simbol dan panduan hidup masyarakat Dayak. Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur, termasuk Naik Dango, agar tetap hidup dan berkembang di masa mendatang,” pungkasnya.