PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp
PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

Mangkok Merah: Naik Dango 2026 Bukti Nyata Kebangkitan Budaya Dayak

Pasang Iklan Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

Tvnewsone.com, Pontianak -Perhelatan budaya Naik Dango ke-3 Kota Pontianak resmi ditutup pada 25 April 2026 dengan meninggalkan kesan mendalam sebagai simbol kebangkitan identitas budaya Dayak di tengah arus modernisasi. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari sejak 20 April tersebut dinilai sukses, baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi masyarakat lintas etnis.

Ketua DPC Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB) Kota Pontianak, Yulius Nerex, S.Ak, menegaskan bahwa keberhasilan Naik Dango tahun ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian adat dan budaya Dayak tetap hidup dan relevan. Ia menekankan pentingnya menjaga jati diri di tengah perubahan zaman, serta mengajak seluruh masyarakat Dayak untuk tidak ragu menunjukkan identitas budaya sebagai warisan luhur yang harus dijaga bersama.

Kesuksesan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Pemerintah Kota Pontianak bersama Wali Kota dinilai berperan besar dalam memastikan kelancaran fasilitas dan aksesibilitas selama acara berlangsung. Di sisi lain, aspek keamanan dan ketertiban juga menjadi perhatian utama, dengan dukungan Polresta Pontianak serta berbagai organisasi kemasyarakatan, baik dari unsur Dayak maupun lintas etnis, yang turut menjaga kondusivitas di kawasan Rumah Radakng hingga acara berakhir tanpa kendala berarti.

Secara substansial, Naik Dango yang berakar dari tradisi syukur kepada Jubata atas hasil panen, kini telah berkembang menjadi festival budaya yang inklusif dan terbuka. Antusiasme masyarakat dari berbagai latar belakang yang memadati lokasi acara menjadi indikator kuat bahwa kegiatan ini mampu menyatukan keberagaman. Selain itu, penyelenggaraan pameran UMKM dan pentas seni tradisional turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal.

Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak bersama panitia pelaksana dinilai berhasil meletakkan fondasi kuat bagi pengembangan Naik Dango sebagai agenda wisata unggulan. Ke depan, kegiatan ini diharapkan mampu menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara, sekaligus mempererat tali persaudaraan antar-sub suku Dayak di Kalimantan Barat.