Bengkayang, Kalbar – Tvnewsone.com, Proyek peningkatan jalan di batas Kota Bengkayang yang baru seumur jagung kini menuai sorotan tajam publik. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital dan aman bagi masyarakat justru telah mengalami keretakan di berbagai titik, sehingga dinilai rawan kecelakaan dan membahayakan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan Kamis 18/12/2025 siang menunjukkan, kerusakan berupa retak memanjang dan retak melintang sudah tampak jelas, terutama di beberapa titik tikungan.
Ironisnya, tidak terlihat adanya upaya perawatan maupun perbaikan, meski kondisi kerusakan belum tergolong parah. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan dan pengawasan proyek.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh PT Nabila Jaya Karya – PT Abdi Jasa Tama (KSO) dengan Konsultan Supervisi, berdasarkan Nomor Kontrak: 620/05/BM/SKW-BKY/PUPR, tertanggal 10 Maret 2023, dengan nilai kontrak fantastis mencapai Rp 41.882.305.000,00. Perlu ditegaskan, proyek ini dibiayai dari uang pajak rakyat yang seharusnya dikelola secara bertanggung jawab.
Salah satu pengguna jalan, Lukas, yang diwawancarai awak media saat hendak bepergian menuju Kota Singkawang, mengaku heran dengan kondisi jalan tersebut.
“Saya heran, setahu saya jalan ini belum lama dibangun, tapi sudah ada beberapa titik yang rusak. Saya lihat juga tidak ada perbaikan. Ini rawan kecelakaan, apalagi di tikungan,” ujarnya.
Lukas juga berharap Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah tegas.
“Jangan hanya dijadikan tontonan belaka. Pemerintah harus bertanggung jawab dan memeriksa kontraktor pelaksana di lapangan,” tegasnya.
Sorotan publik semakin menguat lantaran proyek infrastruktur di ruas Singkawang–Bengkayang kerap dinilai dikerjakan asal jadi, tanpa memperhatikan mutu dan keselamatan pengguna jalan.
Muncul pula kritik keras terhadap pola pikir sebagian kontraktor yang dinilai hanya mengejar pencairan anggaran, tanpa memperhatikan kualitas hasil pekerjaan.
Masyarakat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tidak menutup mata dan segera turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh, baik terhadap kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, maupun pihak-pihak terkait lainnya.
“Jangan letoi. Perhatian kembali pekerjaan yang anda-anda kerjakan. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan uang negara,” pungkas warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus melakukan konfirmasi dan memantau perkembangan kasus tersebut.
(Rin).











