Pontianak — Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan resmi dibuka di Universitas Oesman Sapta Pontianak. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Bidang Kepemudaan Provinsi Kalimantan Barat, Sumakni, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Kalimantan Barat.
Dalam sambutannya, Sumakni menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan dan mitra kritis pemerintah dalam menjaga demokrasi, stabilitas sosial, serta mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Ia menilai Rakerwil BEM se-Kalimantan sebagai forum penting untuk merumuskan agenda gerakan mahasiswa yang konstruktif dan solutif.
“Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan gagasan yang objektif, kritis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah BEM Se-Kalimantan Barat, Meksi Kerol, menegaskan bahwa Rakerwil ini menjadi momentum konsolidasi gerakan mahasiswa lintas kampus di Kalimantan. Ia menyebutkan bahwa forum ini tidak hanya membahas program kerja organisasi, tetapi juga merumuskan sikap bersama terhadap isu-isu strategis regional dan nasional.
“Rakerwil ini adalah ruang konsolidasi intelektual dan gerakan. Kami ingin memastikan BEM se-Kalimantan memiliki arah perjuangan yang jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan rakyat,” tegas Meksi.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa Universitas Oesman Sapta Pontianak, Irvan Surya, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UOS sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakerwil. Ia berharap kegiatan ini dapat memperkuat jejaring dan solidaritas mahasiswa di Kalimantan.
“Kami berharap Rakerwil ini melahirkan gagasan progresif serta rekomendasi strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Barat,” ujar Irvan.
Rakerwil BEM se-Kalimantan ini diikuti oleh perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi dan dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan agenda utama penyusunan program kerja, rekomendasi strategis, serta penguatan peran mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kebangsaan.











