Tvnewsone.com, Pontianak – Isu yang berkembang mengenai dukungan organisasi kemasyarakatan (ormas) tertentu terhadap salah satu kandidat Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Barat periode 2025–2029 dinilai telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Untuk meluruskan informasi tersebut, para pimpinan ormas lintas etnis di Kalbar menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jalan Gajahmada, Pontianak, Kamis (4/12). Pertemuan itu dihadiri berbagai ormas kesukuan, di antaranya Dewan Adat Dayak (DAD), Bala Komando, Laskar Pemuda Melayu (LPM), dan sejumlah organisasi masyarakat Melayu lainnya.
Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak, Yohanes Nenes menegaskan bahwa isu mengenai dukungan etnis tertentu kepada kandidat Daud Yordan atau Sultan Pontianak Syarif Melvin Alkadri tidak benar. Ia menjelaskan bahwa agenda Rakorda DAD Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar pada 6 Desember 2025 tidak terkait dengan pemilihan Ketua KONI.

“Isu bahwa ormas-ormas menghimpun kekuatan untuk mendukung salah satu kandidat itu tidak benar. Rakorda DAD pada 6 Desember 2025 adalah kegiatan internal untuk konsolidasi organisasi, bukan deklarasi dukungan. Kami hadir di sini untuk meluruskan isu tersebut, dan kami sepakat tidak akan terpancing oleh informasi yang menyesatkan,” tegasnya.
Panglima Bala Komando, Yayan, juga menegaskan bahwa ormas Melayu maupun ormas lintas etnis di Pontianak tetap menjunjung kebersamaan dan menolak politisasi identitas dalam pemilihan KONI. Ia menilai bahwa KONI adalah organisasi olahraga yang harus steril dari intervensi pihak mana pun, termasuk elite politik.
“Alhamdulillah, isu yang berkembang sudah bisa dipatahkan. Tidak ada ormas suku atau agama tertentu yang mendukung calon A atau calon B. Ini murni kontestasi dalam organisasi olahraga. Kami ingin kota Pontianak tetap aman. Daud Yordan adalah kebanggaan Kalbar, dan Sultan Melvin adalah simbol masyarakat Pontianak. Keduanya putra terbaik daerah. Kita dukung pemilihan KONI berlangsung tertib, aman, dan damai,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DAD Kota Pontianak, Alex Sandra Djaong, menekankan bahwa fokus utama Musprov KONI pada 6 Desember 2025 seharusnya adalah adu program, bukan adu sentimen identitas. Ia berharap para kandidat memaparkan visi terkait kemajuan olahraga di Kalbar.
“Kami ingin mendengar bagaimana KONI ke depan bisa maju, bagaimana atlet diperhatikan, dan bagaimana sarana olahraga dapat ditingkatkan. Jangan bergeser pada isu etnis, agama, atau upaya membenturkan ormas. Siapa pun yang terpilih, jangan sampai diintervensi pihak mana pun. Kami siap mendukung ketua KONI terpilih selama ia bekerja secara sportif dan profesional,” ujarnya.
Pertemuan lintas ormas tersebut menegaskan kembali pentingnya persatuan di tengah masyarakat serta menolak penggunaan isu SARA dalam proses pemilihan Ketua KONI Kalbar. Para tokoh ormas sepakat bahwa sportivitas, profesionalitas, dan keamanan daerah harus menjadi prioritas utama menjelang Musprov KONI mendatang.












