Tvnewsone.com,Pontianak – Ajang pencarian bakat Artis Dayak Generation (ADG) ke-4 resmi menobatkan Eva Valentine, finalis asal Kabupaten Landak, sebagai The Winner ADG 4. Sementara posisi Runner-Up diraih oleh Dua Buday, duo asal Kabupaten Melawi, dalam malam puncak Top 10 ADG 4 yang digelar di Rumah Radakng, Kota Pontianak, pada 24 Oktober 2025.
Eva Valentine berhasil menyisihkan 9 finalis lainnya yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat. Kepada awak media, Eva mengaku tak menyangka dapat keluar sebagai pemenang setelah melalui proses panjang selama satu tahun penuh.
“Saya sempat ikut ADG ke-3 tapi mundur karena fokus pendidikan. Tahun ini saya coba lagi, dan Puji Tuhan bisa sampai di titik ini. Prosesnya panjang — banyak belajar dari video, teman, dan para mentor. Saya belajar bagaimana menjadi artis Dayak sejati, bukan hanya di atas panggung, tapi juga dalam sikap dan identitas budaya,” ujar Eva penuh haru.
Bakat menyanyi sudah dimiliki Eva sejak kecil. Ia mengaku sudah mulai tampil sejak duduk di bangku kelas 3 SD, meskipun baru sebatas lomba tingkat kecamatan. Kini, kemenangan di ADG 4 menjadi tonggak baru bagi perjalanannya di dunia seni.
“Rasanya kaget karena semua finalis luar biasa. Tapi dari kekurangan, saya belajar. Tanpa ADG, mungkin saya tidak akan menjadi seperti sekarang. Semoga ADG 5 nanti bisa lebih besar, lebih keren, dan terus menjadi wadah bagi generasi muda Dayak,” ungkapnya.
Sementara itu, Dua Buday, duo asal Melawi yang beranggotakan Anto dan El, tampil memukau dan enerjik dengan kolaborasi musikal yang memadukan nilai-nilai budaya Dayak. Keduanya berhasil merebut hati dewan juri dan publik hingga meraih posisi Runner-Up.
“Kami awalnya berdua ikut lomba cipta lagu di Pekan Gawai Dayak di Melawi dan mendapat juara. Dari situ kami membentuk Dua Buday. Setelah tahu ada audisi ADG, kami langsung tertarik ikut karena ingin mengikuti jejak senior-senior seperti Bang Aan Banggat dan Kak Cynthia,” kata Anto.
Keduanya berharap keberhasilan mereka di ADG 4 dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Dayak untuk terus bangga dengan identitasnya.
“kemungkina sebagian orang diuar sana menganggap suku Dayak itu primitif, tapi itu salah besar. Orang Dayak bisa bersaing dan bahkan menembus level nasional atau internasional jika punya mimpi dan kemauan. Kami ingin jadi bukti bahwa budaya Dayak bisa mendunia,” tambah El penuh semangat.
Ajang Artis Dayak Generation (ADG) ke-4 ini menjadi wadah bagi talenta muda Kalimantan Barat untuk mengembangkan potensi seni dan budaya Dayak secara kreatif. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (22–25 Oktober 2025) di Rumah Radakng, Pontianak, ini menampilkan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan kompetisi artistik khas Bumi Khatulistiwa.
Dengan terpilihnya Eva Valentine dan Dua Buday, ADG kembali membuktikan diri sebagai ruang lahirnya generasi seniman muda Dayak yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing.











