Tvnewsone.com,Pontianak — Untuk menekan tingginya harga daging babi di pasar Kalimantan Barat, Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Pontianak mengambil langkah strategis dengan mendukung pasokan babi potong dari Pulau Jawa.
Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap daging babi yang masih tinggi, sekaligus menjaga kestabilan harga agar tetap terjangkau bagi konsumen.

“Harga daging babi saat ini masih tergolong tinggi, berkisar antara Rp 150.000 hingga Rp 160.000 per kilogram. Kami dari DAD Pontianak berinisiatif untuk membantu menyalurkan pasokan langsung dari Jawa agar harga di pasar bisa lebih stabil dan tidak memberatkan masyarakat,” ujar Yohanes Nenes, pada (25/8)
Dewan Adat Dayak Pontianak telah bekerja sama dengan sejumlah peternak di Pulau Jawa untuk mengirimkan babi potong hidup ke Kalimantan Barat. Harga untuk pembelian dalam jumlah besar (satu truk berisi ±55 ekor) ditetapkan antara Rp 65.000 hingga Rp 68.000 per kilogram (harga hidup), tergantung kondisi pasar.
Bagi masyarakat maupun pelaku usaha di setiap kabupaten/kota yang ingin mendapatkan pasokan daging babi dengan harga kompetitif, dapat langsung menghubungi Dewan Adat Dayak Kota Pontianak melalui Ibu Susan.
Harga akan disesuaikan dengan kondisi pasar terkini, dengan harapan kehadiran pasokan ini dapat membantu menstabilkan harga daging babi di seluruh wilayah Kalbar.











