Aktivitas PETI Marak di Dusun Rantau Sibaju, Pemerintah Desa Terkesan Tutup Mata

Tvnewsone.com, Bengkayang — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Dusun Rantau Sibaju, Desa Rantau, Kecamatan Monterado, Kabupaten Bengkayang, kian memprihatinkan. Berdasarkan informasi warga, terdapat sekitar 70 set mesin dompeng yang saat ini aktif beroperasi di kawasan tersebut.

Mirisnya, lokasi aktivitas ilegal ini tidak jauh dari pemukiman warga, sehingga menimbulkan keresahan serta ancaman terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar. Selain menyebabkan kerusakan alam yang kian parah, aktivitas PETI ini juga berpotensi mencemari sumber air dan merusak ekosistem di wilayah tersebut.

Hasil dari pantauan awak media dilapangan Minggu (27/05/2025) pagi, membenarkan fakta adanya aktivitas PETI, dimana aktivitas PETI tersebut tidak jauh dari pemukiman warga setempat.

Kepala Desa Rantau, Biron, saat di konfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp dan via tlp lebih memilih bungkam, bahkan chat tidak digubris masih centang satu sampai saat ini.

Warga menyayangkan sikap pemerintah desa yang hingga saat ini terkesan tutup mata terhadap persoalan serius ini. Padahal, dampak negatif dari penambangan liar ini sudah sangat nyata, baik dari segi lingkungan maupun potensi konflik sosial.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya berharap pemerintah bisa menyelesaikan secara tuntas sebelum semakin menjadi bola liar.
“Kami minta aparat penegak hukum (APH) segera bertindak tegas, tangkap pelaku dan bubarkan aktivitas PETI yang semakin hari semakin merajalela,” ujarnya sambil mewanti-wanti untuk tidak menyebutkan namanya dengan alasan keamanan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada langkah nyata dari pihak terkait untuk menghentikan aktivitas ilegal tersebut. Masyarakat berharap, pemerintah daerah dan aparat kepolisian segera mengambil tindakan agar kerusakan lingkungan semakin meluas dan keamanan warga tetap terjaga. [Rin]