tvnewsone-Dalam rangka menjalankan salah satu TRI DHARMA Perguruan Tinggi, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas PGRI Pontianak. Tim Dosen dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Program Magister (S2 Penjas), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Kecamatan Tekarang, Kabupaten Sambas. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 22 Mei 2025, bertempat di ruang kelas SD Negeri 2 Tekarang, dengan mengusung tema:
“Penguatan Gerak Multilateralis dalam Meningkatkan Prestasi Atlet Usia Dini pada Satuan Pendidikan Sekolah Dasar.”
Kegiatan ini melibatkan para guru olahraga dan pelatih yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru Olahraga (KKGO) Kecamatan Tekarang. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Nevi Hardika, S.Pd., M.Or selaku ketua tim pelaksana, dan beranggotakan para dosen berkompeten, yaitu: Dr. Muhammad Suhairi, Dr. Ashadi Cahyadi, M.Pd, Dr. Zusyah Porja Daryanto, M.Or, Dr. Suriani Sari, SSt.Ft., M.Fis, Dr. Ade Rahmat, M.Pd, Dr. Henry Maksum, S.Pd., M.Pd.
Tujuan dan Manfaat
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penguatan konsep dan praktik gerak multilateralis kepada para pendidik dan pelatih, sebagai dasar dalam pengembangan keterampilan atletik sejak usia dini. Gerak multilateralis mencakup berbagai bentuk gerakan dasar yang menjadi fondasi penting dalam pembentukan kemampuan motorik anak, seperti koordinasi, keseimbangan, kelincahan, kekuatan, dan kecepatan.
Lebih dari itu, pendekatan multilateralis juga bertujuan untuk menciptakan harmonisasi dalam setiap rangkaian gerak. Artinya, setiap aktivitas fisik yang dilakukan oleh anak usia dini tidak hanya terfokus pada kekuatan atau kecepatan semata, tetapi juga mengintegrasikan berbagai aspek gerak secara seimbang, menyatu, dan efisien. Harmonisasi ini sangat penting untuk membentuk pola gerak yang tepat, menghindari risiko cedera, serta mendukung perkembangan fisik dan psikomotorik secara optimal.
Dr. Nevi Hardika menjelaskan bahwa gerak multilateralis merupakan bagian penting dalam pengembangan atlet usia dini, terutama di satuan pendidikan sekolah dasar. “Guru olahraga dan pelatih memiliki peran strategis dalam mengenalkan dan membina keterampilan dasar atletik anak-anak. Melalui pendekatan gerak multilateralis, pembinaan dapat dilakukan secara menyeluruh, bertahap, dan menyenangkan,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan PKM ini terbagi dalam beberapa sesi, yaitu:
1. Pemaparan Materi oleh para narasumber terkait teori gerak multilateralis, pendekatan pedagogi olahraga anak, dan strategi pembinaan usia dini.
2. Diskusi Interaktif, di mana peserta diberikan ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala di lapangan, serta mendapatkan solusi berbasis keilmuan dari tim dosen.
3. Praktik Lapangan, berupa demonstrasi langsung penerapan gerak dasar multilateralis melalui berbagai permainan dan aktivitas fisik, yang dapat diadaptasi dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Antusiasme dan Harapan
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak guru dan pelatih menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan dibutuhkan, khususnya dalam membina siswa berbakat di bidang olahraga. Mereka juga merasa terbantu dengan contoh-contoh kegiatan yang aplikatif dan dapat diterapkan langsung di sekolah masing-masing.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran para dosen dari Universitas PGRI Pontianak. Kegiatan ini membuka wawasan baru bagi kami, terutama dalam pembinaan anak-anak usia dini yang memiliki potensi di bidang olahraga,” ujar salah satu peserta dari KKGO Tekarang.
Dampak dan Rencana Tindak Lanjut
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan baru bagi para guru dan pelatih, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara kampus dan masyarakat, khususnya dalam pengembangan olahraga pendidikan. Tim pelaksana PKM berharap bahwa pemahaman terhadap gerak multilateralis dapat diintegrasikan dalam kurikulum pembelajaran Pendidikan Jasmani di sekolah dasar secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan penutupan, Dr. Muhammad Suhairi, salah satu narasumber, menyampaikan bahwa investasi terhadap pendidikan jasmani sejak dini akan berdampak jangka panjang terhadap prestasi olahraga daerah. “Pembinaan yang baik harus dimulai dari fondasi yang benar. Gerak multilateralis adalah pintu awal untuk mencetak atlet yang tangguh secara teknik dan mental,” ungkapnya.
Sementara itu, Mohtar, S.Pd, selaku Ketua KKGO Tekarang, juga menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini terus berlanjut. “Kami merasa sangat terbantu. Diharapkan Universitas PGRI Pontianak tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus hadir mendampingi kami di daerah,” tambahnya.
Komitmen Perguruan Tinggi
Melalui kegiatan ini, Universitas PGRI Pontianak kembali menegaskan eksistensinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada kemajuan daerah dan pembangunan sumber daya manusia. Melalui sinergi tri dharma – pendidikan, penelitian, dan pengabdian – kampus turut berperan aktif dalam memberikan solusi konkret terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan jasmani dan pembinaan atlet usia dini.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi, kualitas materi yang komprehensif, serta dukungan dari berbagai pihak, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang berdampak positif dan berkelanjutan.











