Tvnewsone.com, Kubu Raya– Perayaan budaya tahunan masyarakat Dayak, Naik Dango ke-41, resmi dibuka di Rumah Betang Desa Lingga, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen sekaligus momentum memperkuat identitas budaya Dayak di Kalimantan Barat.
Pembukaan Naik Dango dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, dan dihadiri sejumlah tokoh adat, masyarakat, serta perwakilan dari tiga kabupaten, yakni Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, dan Kabupaten Mempawah.
Tahun ini, pusat kegiatan dipusatkan di Rumah Betang Adat Desa Lingga yang menjadi salah satu simbol kehidupan komunal masyarakat Dayak. Rangkaian acara berlangsung meriah dengan berbagai ritual adat, pertunjukan seni budaya, hingga prosesi tradisional yang sarat makna.
Tokoh Dayak Kalimantan Barat, Yulius Aho, turut hadir dalam pembukaan tersebut. Ia memberikan apresiasi atas terselenggaranya Naik Dango ke-41 yang dinilai mampu memperkuat nilai-nilai budaya sekaligus mempererat kebersamaan antar masyarakat Dayak lintas daerah.
Menurut Yulius, Naik Dango bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan tradisi yang memiliki nilai filosofis mendalam bagi masyarakat Dayak.
“Naik Dango merupakan bentuk ungkapan syukur masyarakat Dayak atas hasil panen padi yang telah diterima. Ini adalah peninggalan leluhur yang wajib kita lestarikan,” ujarnya usai menghadiri acara pembukaan.
Ia menegaskan, di tengah arus modernisasi, pelestarian adat dan budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama generasi muda sebagai penerus.
“Adat adalah simbol dan panduan hidup masyarakat Dayak. Karena itu, saya mengajak generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan budaya leluhur, termasuk Naik Dango, agar tetap hidup dan berkembang di masa mendatang,” tambahnya.
Perayaan Naik Dango sendiri tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga menjadi ajang memperkuat identitas dan solidaritas masyarakat Dayak di Kalimantan Barat. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal ke tingkat nasional.












