Buntut Ruang IGD Puskesmas Kosong, Kadinkes Sambas Berikan Sanksi SP Kepala Puskesmas Matang Suri

Sambas, TVNewsOne.com- Buntut dari Ruang IGD Puskesmas Matang Suri  Kosong ketika Pasien butuh penanganan segera hingga mendadak viral di media sosial, akhirnya Kepala Puskesmas Matang Suri Mendapatkan Sanksi Tegas Dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas, Senin(24/11/2025).

Terekam di Media Sosial yang menunjukkan kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang tampak kosong pada saat seorang pasien disebut membutuhkan penanganan segera. Dalam video tersebut terlihat beberapa warga berada di area fasilitas kesehatan, sementara ruang IGD yang seharusnya siaga justru tidak ada petugas yang berjaga.

Dengan Kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, dr. Ganjar Eko Prabowo mengambil langkah tegas dengan mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada Kepala Puskesmas Matang Suri, Kecamatan Jawai Selatan, Senin (24/11/2025).

Puskesmas Matang Suri merupakan Puskesmas Rawat Inap, sesuai SOP seharusnya dijaga dua orang, tetapi pada Minggu 23 November, sekitar pukul 17.35 waktu magrib, hanya ada satu petugas yang jaga.

Ini sudah jelas menyalahi SOP. Mereka punya IGD dan rawat inap, bahkan saat itu masih ada dua pasien rawat inap yang sedang dirawat, ungkapnya.

Lanjut Ganjar, keberadaan 2 (dua) petugas jaga bersifat wajib, agar pelayanan tidak terputus, terutama pada saat petugas melaksanakan ibadah, tentunya dengan dua orang, nantinya bisa pergantian melakukan ibadah tanpa meninggalkan IGD dan pengawasan.

Petugas yang berjaga ketika itu sedang melaksanakan sholat Maghrib selama sekitar tujuh menit, saat jeda pasien datang dan tidak menemukan siapa pun di ruang IGD.

Ketika itu Petugas sedang melaksanakan Sholat. Diperkirakan ada jeda sekitar tujuh menit sebelum ia kembali dan langsung menangani pasien dan Prosedur dilakukan, cek nadi, tensi, suhu, namun pasien sudah meninggal, ungkapnya.

Bahwa persoalan utama bukan pada petugas yang melaksanakan sholat, melainkan lemahnya manajemen kepala puskesmas dalam memastikan standar pelayanan tetap berjalan.

Sangat saya sayangkan, Kepala puskesmas tidak bisa memanajemen anak buahnya. Kalau ada petugas yang keluar, seharusnya ada penggantinya, IGD Tidak boleh kosong, ungkapnya.

Sebagai tindak lanjutnya dari kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Sambas akan melayangkan Surat Peringatan 1 (SP1) kepada Kepala Puskesmas Matang Suri.

Berharap ini kejadian terakhir, dan saya sudah mengingatkan 11 puskesmas lainnya agar hal serupa tidak terulang kembali, tutup Ganjar.

( DA)