Tvnewsone.com, Pontianak – Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) anggota DPRD Fraksi Hanura di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (1/4/2026) malam.
Pembukaan Bimteknas ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra.
Dalam pidatonya, OSO membakar semangat 525 legislator Hanura untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia menegaskan, kemajuan daerah tidak ditentukan oleh jumlah anggota dewan, melainkan oleh kualitas dan keberanian dalam menjalankan tugas.
“Mulai detik ini, saudara harus berkualitas dan berani. Berani menegakkan keadilan, menjunjung kejujuran, serta mengoreksi jalannya pemerintahan daerah demi kemakmuran masyarakat,” tegasnya.
OSO juga menyoroti masih adanya anggota legislatif yang belum optimal menjalankan fungsi dan perannya. Ia mengkritik sikap pasif yang dinilai menghambat penyaluran aspirasi masyarakat.
“Banyak yang menjadi anggota DPR, tetapi tidak semuanya berkontribusi. Bahkan, ada yang tidak mampu menghadirkan gagasan yang lahir dari hati nuraninya,” ujarnya.
Menurut OSO, kondisi tersebut mendorong Partai Hanura melakukan pembaruan arah politik dengan menegaskan keberpihakan kepada daerah. Ia menekankan bahwa setiap anggota dewan memiliki tanggung jawab langsung terhadap daerah pemilihan (dapil) masing-masing.
“Hanya saudara yang bisa membela daerah saudara. Tidak mungkin daerah lain membela daerah kita. Karena itu, yang terpilih harus benar-benar berjuang untuk kepentingan daerah,” katanya.
Ia menambahkan, keberpihakan tersebut harus diwujudkan melalui langkah nyata, seperti mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian daerah.
“Keberpihakan itu berarti menghadirkan kemakmuran, kehidupan yang layak, serta peluang kerja bagi masyarakat di daerah,” imbuhnya.
OSO juga mengingatkan agar jabatan sebagai anggota dewan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
“Jangan sampai saudara menikmati posisi sebagai anggota DPRD, sementara masyarakat tidak merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan tidak ingin Partai Hanura dipandang sebelah mata akibat kinerja legislatif yang tidak maksimal. Karena itu, seluruh kader diminta bekerja nyata demi kepentingan rakyat.
Di tengah situasi global yang tidak menentu, OSO menilai peran wakil rakyat menjadi semakin penting. Ia meminta seluruh anggota dewan hadir dengan keberanian dan aksi konkret.
“Rakyat kita sedang menghadapi kesulitan di tengah situasi dunia yang tidak pasti. Hanya dengan keberanian bertindak dan membela kepentingan daerah, saudara akan berarti,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan, tanpa keberanian, anggota dewan berpotensi kehilangan kepercayaan publik dan berdampak pada citra partai.
“Kalau tidak, saudara bisa menjadi bahan ejekan. DPR apa itu? Apalagi Hanura. Saya tidak ingin saudara maupun partai ini dipandang rendah,” katanya.
OSO menegaskan bahwa Hanura berdiri di atas prinsip kebijakan dan politik nasional yang nyata. Oleh karena itu, seluruh kader harus menunjukkan integritas dan keberpihakan kepada rakyat.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap anggota dewan selalu berada dalam pengawasan publik, khususnya konstituen.
“Setiap hari saudara diperhatikan oleh rakyat yang memilih saudara. Saya percaya saudara adalah orang-orang terpilih yang siap berjuang ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, para bupati dan wali kota se-Kalbar yang diusung Hanura pada Pilkada 2024, serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah.
Sejumlah tokoh juga hadir sebagai narasumber, di antaranya akademisi dan pengamat politik Rocky Gerung serta Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.












