Breaking News
Bumi Lawang Kuari Berduka Anggota DPRD Meninggal Dunia Akibat Laka Lantas Kapolres Sekadau Pimpin Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat 28 Personel Bintara Prajurit Kodim 1204/Sanggau-Sekadau Asah Profesionalisme, Gelar Latihan Menembak Senjata Ringan Semester I TA 2026 Sanggau, Tvnewsone.id. – Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar keprajuritan, Kodim 1204/Sanggau-Sekadau menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbak Jatri) Semester I Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Tembak Areal Sabang Merah, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut dihadiri oleh Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono, S.I.K., M.Si., Kasdim 1204/Sanggau-Sekadau Mayor Arm. Duloh, Danki A Brimob Ipda Playanus Hengky, Pasi Ops Kodim 1204/Sanggau-Sekadau Kapten Inf. A.A. Siregar, Pasi Pers Kodim 1204/Sanggau-Sekadau Kapten Inf. Yudi Santoso, para Danramil jajaran Kodim 1204/Sanggau-Sekadau, personel Koramil 01 hingga Koramil 22, serta personel pendukung Kodim 1204/Sanggau-Sekadau. Latihan menembak merupakan program pembinaan latihan yang dilaksanakan secara berkala sebagai upaya meningkatkan profesionalisme prajurit. Selain mengasah keterampilan menembak, kegiatan ini juga bertujuan membina disiplin, ketelitian, dan kesiapan prajurit dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok satuan. Materi latihan meliputi menembak menggunakan tiga sikap, yaitu sikap tiarap, duduk, dan berdiri pada jarak 100 meter. Setiap prajurit melaksanakan penembakan sebanyak 10 butir amunisi pada masing-masing sikap sesuai prosedur latihan yang telah ditetapkan. Selama pelaksanaan latihan, seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan disiplin dan tetap mengedepankan faktor keamanan sesuai standar operasional yang berlaku, sehingga kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Kegiatan Latbak Jatri Semester I TA 2026 berakhir pada pukul 15.30 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Diharapkan melalui latihan ini kemampuan menembak prajurit Kodim 1204/Sanggau-Sekadau semakin meningkat sehingga senantiasa siap melaksanakan setiap tugas yang diemban demi mendukung tugas pokok TNI AD di Wilayah.(Bom) ( Sumber Pendim 1204/Sanggau-Sekadau) Bumitama Bangun dan Dorong Ekosistem Pendidikan Yang Berkualitas. Kodim 1204/Sanggau-Sekadau Gelar Upacara Penutupan Pelatihan KKRI Gelombang V , Wujud Nyata Bentuk Generasi Muda Berjiwa Nasionalisme
PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp
PASANG IKLAN Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

496 Ribu Guru Non-ASN Masih Terabaikan, Mahasiswa PGRI Pontianak Angkat Suara

Pasang Iklan Hubungi WhatsApp 08565065138
WhatsApp

Pontianak — Momentum Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November menjadi ajang refleksi sekaligus seruan perubahan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) Universitas PGRI Pontianak turut ambil bagian melalui aksi mimbar bebas yang digelar di lingkungan kampus. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Pontianak, Jonatan Billy, menyampaikan orasi yang menohok tentang kondisi guru, khususnya tenaga honorer, yang dinilai masih jauh dari kata sejahtera.

“Guru sebagai pilar masa depan generasi bangsa harus lebih diperhatikan, terutama terkait gaji. Kesejahteraan guru wajib diperhatikan, apalagi yang statusnya masih sebagai honorer,” tegas Jonatan Billy dalam orasinya.

Mengutip data Kemendikbudristek 2024, Jonatan menyoroti masih adanya sekitar 496 ribu guru non-ASN di seluruh Indonesia. Angka itu menunjukkan bahwa persoalan penuntasan honorer masih panjang. Sementara itu, Direktorat Jenderal GTK hingga 2024 baru mampu mengangkat 700.999 guru honorer menjadi ASN PPPK, sehingga masih menyisakan pekerjaan besar bagi pemerintah.

Tidak hanya menyinggung soal kesejahteraan, Jonatan Billy juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap para guru di sekolah. Ia menyoroti munculnya kasus-kasus dimana guru justru menjadi sasaran kemarahan orang tua murid saat memberikan teguran kepada anak yang berbuat salah.

“Masyarakat juga harus sadar, apabila anaknya ditegur di sekolah oleh guru, ini artinya ada yang tidak beres dari anaknya, bukan malah menyalahkan guru yang menegur,” ujarnya.

Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan harus datang dari semua pihak, bukan hanya guru. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal isu-isu pendidikan, termasuk mendesak pemerintah memperbaiki kebijakan dan kondisi para pendidik.

 

Dalam refleksi yang dibacakan, mahasiswa menekankan tiga tuntutan utama:

 

1. Peningkatan Kualifikasi Guru

Mahasiswa menilai guru harus mendapat pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi yang sesuai perkembangan zaman. Pendidikan yang maju butuh pendidik yang terampil dan adaptif.

2. Penguatan Profesionalisme Guru

Profesionalisme tidak boleh hanya menjadi tuntutan pemerintah. Negara wajib menyediakan dukungan, kesejahteraan, fasilitas pembelajaran, serta lingkungan kerja yang memadai.

3. Keadilan dan Perlindungan bagi Guru

Mahasiswa menegaskan pentingnya perlindungan hukum, keamanan kerja, serta pemenuhan hak-hak dasar guru. Banyak pendidik masih menghadapi tekanan sosial dan risiko pekerjaan yang tidak ringan.

Aksi ini ditutup dengan seruan agar pemerintah mempercepat penyelesaian masalah honorer, memperkuat kebijakan pendidikan, dan memastikan bahwa guru benar-benar mendapat pengakuan setimpal atas jasa serta pengorbanan mereka.

“Perjuangan guru bukan perjuangan yang berdiri sendiri. Ketika guru dihargai, dilindungi, dan diberdayakan, masa depan bangsa akan lebih cerah,” tutup Jonatan Billy.