TJSL IDSurvey Group Diselaraskan, Dorong Bisnis Berkelanjutan dan Perkuat Ekosistem Industri

Tvnewsone.com, Jakarta — IDSurvey memperkuat arah program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di seluruh entitas grup melalui penyelenggaraan FIRST Summit 2026 bertema “One Way, One Day, FIRST Lead The Way”. Langkah ini dilakukan untuk memastikan implementasi TJSL berjalan selaras, terukur, dan mendukung strategi bisnis berkelanjutan perusahaan.

Kegiatan yang melibatkan entitas grup seperti BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia itu menjadi forum konsolidasi agenda TJSL agar tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dalam satu arah strategis holding.

Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan keberlanjutan bisnis perusahaan jasa Testing, Inspection, Consulting, and Certification (TICC) tidak hanya ditentukan oleh aspek operasional, tetapi juga hubungan jangka panjang dengan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Menurut dia, TJSL kini memiliki posisi strategis dalam menjaga social license to operate atau penerimaan sosial yang menjadi fondasi penting keberlangsungan usaha.
“Perusahaan tidak cukup hanya memiliki izin formal. Kepercayaan publik dan hubungan yang sehat dengan masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang,” ujar Sinung dalam keterangannya, Kamis (22/5/2026).

Ia menambahkan, TJSL harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi korporasi untuk membangun legitimasi, memperkuat kepercayaan, sekaligus menciptakan dampak sosial yang relevan dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, IDSurvey juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Roadmap TJSL IDSurvey Group. Penyusunan peta jalan itu ditujukan agar seluruh program TJSL di masing-masing entitas tetap berada dalam koridor strategis yang sama, namun tetap adaptif terhadap kebutuhan bisnis dan karakter operasional perusahaan.

“Penyelarasan ini penting agar TJSL IDSurvey Group tidak hanya kuat pada level aktivitas, tetapi juga konsisten dalam arah dan terukur dampaknya,” kata Sinung.

IDSurvey menilai praktik TJSL juga berperan dalam membangun ekosistem sosial yang inklusif dan resilien. Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut mampu mengelola risiko sosial, tetapi juga memperkuat kohesi sosial serta menciptakan hubungan konstruktif dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Koordinator Direktorat TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, menilai TJSL dapat menjadi instrumen strategis untuk memperkuat budaya standar dan keberlanjutan industri nasional.

Menurut Fahrudin, program TJSL IDSurvey berpotensi memperluas permintaan terhadap layanan assurance nasional, sekaligus membuka peluang pasar baru bagi bisnis inti perusahaan.
“TJSL IDSurvey bukan sekadar program sosial, tetapi instrumen strategis untuk membangun budaya standar, menciptakan ekosistem keberlanjutan, dan memperluas kebutuhan layanan assurance nasional,” ujarnya.

Melalui berbagai program TJSL, mulai dari pembinaan dan sertifikasi UMKM seperti Halal, SNI, HACCP, ISO, TKDN, dan ESG, hingga edukasi industri hijau, pendampingan sustainability reporting, serta literasi carbon footprint dan traceability, IDSurvey Group terus mendorong terciptanya ekosistem industri nasional yang lebih terstandarisasi dan berkelanjutan.