Dugaan Pertalite Dijual Rp20 Ribu/Liter di Sintang, Perlu Klarifikasi Pihak Terkait

Tvnewsone.com, Sintang – Pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 telah melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Dalam kebijakan tersebut, harga Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, serta Pertamina Dex dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter.

Sementara itu, harga BBM lainnya masih dipertahankan, di antaranya Pertamax (RON 92) sebesar Rp12.300 per liter dan Pertamax Green Rp12.900 per liter. Untuk BBM bersubsidi, pemerintah juga tetap menetapkan harga Pertalite di kisaran Rp10.000 per liter dan Biosolar sekitar Rp6.800 per liter.

Namun di tengah upaya menjaga stabilitas harga dan distribusi BBM bersubsidi, muncul laporan dari Kecamatan Ambalau, Kabupaten Sintang, yang mengindikasikan adanya dugaan ketidaksesuaian di lapangan, dimana ada beberapa kios dipinggir jalan yang menjual Pertalite seharga Rp20.000 per liternya.

Berdasarkan informasi dari sumber di lapangan juga terdapat dugaan salah satu SPBU menjual BBM bersubsidi terbatas, dengan penyaluran Pertalite maupun Solar yang diduga tidak melebihi 10 drum dalam periode tertentu.

Namun demikian, informasi ini masih bersifat laporan awal dan memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.

Apabila dugaan tersebut terbukti, kondisi ini berpotensi merugikan masyarakat, khususnya pengguna BBM bersubsidi yang sangat bergantung pada harga yang telah ditetapkan pemerintah.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi telah berupaya mengonfirmasi pihak pengelola SPBU, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta pihak terkait lainnya, termasuk PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan. Namun, belum diperoleh keterangan resmi.

Redaksi akan terus melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan kebenaran informasi tersebut. [Tim]