Tvnewsone.com, Bengkayang – Jasa Raharja cabang TK II Singkawang melalui Supervisor jasa raharja Samsat Bengkayang melaksanakan rajia gabungan bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan, dan Jasa Raharja di sejumlah titik jalan utama Kabupaten Bengkayang. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menertibkan administrasi kendaraan bermotor.
Supervisor jasa raharja Samsat Bengkayang Leonard Karamoy mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, pihaknya terus berupaya menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui berbagai langkah preventif. Salah satunya dengan membentuk Forum Komunikasi Lalu Lintas yang rutin dilaksanakan setiap bulan bersama instansi terkait, di antaranya Satlantas Polres Bengkayang, Dinas Perhubungan, dan Bapenda.
“Dalam forum tersebut kita menganalisis titik-titik rawan kecelakaan. Salah satu tindak lanjutnya adalah memasang spanduk imbauan di lokasi rawan serta melaksanakan operasi gabungan bersama mitra. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas,” ujarnya saat diwawancarai awak media.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kecelakaan lalu lintas di Bengkayang tahun ini cukup merata. Namun, jalur di Pantai Utara, Sungai Raya Kepulauan hingga Sungai duri tercatat paling tinggi tingkat kecelakaannya karena kepadatan arus kendaraan. Bahkan di Kecamatan Teriak, dalam sebulan terakhir telah terjadi tiga hingga empat kasus kecelakaan.
“Untuk wilayah yang sering terjadi kecelakaan, kami akan memasang papan imbauan sebagai langkah preventif agar pengguna jalan lebih sadar akan keselamatan,” tambahnya.
Menurutnya, penyebab kecelakaan di Bengkayang bervariasi, mulai dari human error, kondisi kendaraan, hingga infrastruktur jalan yang rusak. Ia menyoroti kurangnya kesadaran pengendara dalam menggunakan alat keselamatan seperti helm, serta keberadaan jalan berlubang dan kondisi jembatan yang dikhawatirkan menimbulkan risiko.
“Berdasarkan pengamatan Pak Kasat Lantas, ada beberapa titik yang cukup mengkhawatirkan, seperti Jembatan Bailey di wilayah Seluas, serta jembatan di Sungai Raya dekat CW Café. Kondisi jembatan yang menurun bisa membahayakan pengendara yang belum mengenal jalur, apalagi dengan kecepatan tinggi,” jelasnya.
Jasa Raharja Bengkayang menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam lima pilar keselamatan, termasuk Dinas PUPR, agar penanganan masalah infrastruktur dapat segera direspons.(Rin).












