Tvnewsone.com. Sekadau, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sekadau Provinsi Kalimantan Barat Yodi Setiawan mengamati bahwa masih ada beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Bumi Lawang Kuari Sekadau dengan pola manajemennya belum bisa memberikan kejelasan hasil kepada para petani plasma.
Yodi menerangkan “untuk perusahaan yang menerapkan kemitraan satu atap atau pola bagi hasil maupun bagi fisik menurutnya sampai saat ini pembagiannya belum jelas, ucapnya. Rabu, 13 Mei 2026.
Kita ketahui bersama sekarang ini, harga TBS (Tandan Buah Sawit) naik. Produksi meningkat namun pendapatan yang diperoleh petani tetap sama dengan harga TBS saat jaman tahun 2000an yang lalu, ungkapnya.
Dirinya juga memberitahukan kepada Tvnewsone.com. yang bertugas, sudah menerima laporan dari sejumlah petani plasma terkait belum adanya Konversi plasma, bahkan ada petani yang mengaku belum mengetahui letak lokasi kebun sawit plasma mereka berada di areal lahan mana saja. Padahal perusahaan perkebunan tersebut telah beroperasi hampir 10 tahun lamanya bahkan lebih, paparnya.
Oleh karena itu, sebagai penyambung lidah masyarakat serta petani plasma saya minta agar perusahaan-perusahaan perkebunan sawit tersebut, segera berbenah.”ini adalah bom waktu jangan sampai tiba-tiba meledak”, untuk perusahaan yang menggunakan program kemitraan plasma agar melakukan komunikasi secara terbuka dengan masyarakat maupun petani yang telah menyerahkan lahannya kepada pihak perusahaan, tutupnya.(Bom)












