Saat sejumlah daerah di Indonesia menghadapi tekanan harga pangan menjelang Ramadan, Kota Pontianak justru mencatatkan stabilitas yang patut diperhitungkan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Februari, Pontianak masuk dalam lima besar kota dengan tingkat inflasi terendah secara nasional
Tvnewsone, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak mengintensifkan Safari Ramadan sebagai strategi memperkuat komunikasi publik sekaligus mengawal stabilitas ekonomi daerah. Kegiatan yang digelar dari masjid ke masjid ini menjadi forum dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Di Masjid Assalam Pal V, Pontianak Barat, suasana awalnya berlangsung hening. Para jemaah tampak ragu menyampaikan aspirasi. Namun setelah satu warga membuka suara, diskusi pun berkembang menjadi ruang tukar pikiran yang dinamis.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan Safari Ramadan bukan agenda simbolik tahunan.
“Kita ingin lebih banyak mendengar keluhan masyarakat di sekitar masjid. Sekaligus menyampaikan program-program pembangunan yang sudah, sedang, dan akan dilanjutkan,” ujarnya, Kamis (26/6).
Menurutnya, pendekatan langsung ini penting agar kebijakan publik berbasis kebutuhan riil masyarakat. Dari total 347 masjid yang tersebar di seluruh wilayah kota, masjid dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pertumbuhan sosial dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
🔎 Stabilitas Ekonomi Jadi Sorotan
Di tingkat nasional, sejumlah kota mengalami fluktuasi harga menjelang Ramadan, terutama pada komoditas pangan strategis. Namun Pontianak justru tercatat dalam lima besar kota dengan inflasi terendah berdasarkan data BPS Februari.
Edi memastikan pengendalian harga menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Alhamdulillah harga-harga sudah kita kendalikan. Pontianak termasuk lima besar terendah se-Indonesia,” ungkapnya.
Langkah pengendalian tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan distribusi bahan pokok, hingga pengawasan pasar untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.
🕌 Ramadan dan Literasi Ekonomi Rumah Tangga
Selain menyerap aspirasi dan membahas pembangunan, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya pengelolaan ekonomi keluarga selama Ramadan. Ia menilai bulan suci seharusnya menjadi momentum refleksi, bukan peningkatan konsumsi berlebihan.
“Kita harapkan masyarakat bisa memaknai Ramadan dengan bijak, termasuk dalam mengatur perekonomian keluarga agar lebih baik,” pesannya.
Pendekatan spiritual yang diintegrasikan dengan stabilitas ekonomi inilah yang menjadi ciri khas Safari Ramadan Pemkot Pontianak tahun ini.
Dengan mengedepankan dialog langsung di rumah ibadah, pemerintah berharap kebijakan pembangunan tidak hanya responsif, tetapi juga partisipatif. Masjid pun bertransformasi menjadi ruang komunikasi publik yang efektif — menjaga harmoni sosial sekaligus kestabilan ekonomi kota. [BM]












