Pontianak – Tvnewsone.com, Upaya menjaga stabilitas harga gabah dan beras di Provinsi Kalimantan Barat terus dilakukan secara maksimal oleh Perum Bulog. Melalui sinergi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, harga di tingkat petani dijamin tetap terjaga demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
Kepala Bulog Provinsi Kalimantan Barat, Rasiawan, menyatakan bahwa kestabilan harga ini merupakan harapan masyarakat dan sesuai dengan instruksi pusat. Hingga tahun ketiga pelaksanaan program, penyerapan gabah oleh Bulog Kalbar telah mencapai 54% dari target yang ditetapkan.
“Kami terus berupaya memastikan harga gabah di petani tetap terjaga pada angka Rp6.500. Kepastian harga ini diharapkan bisa memberikan kebaikan, kecerahan, dan semangat bagi petani untuk terus menanam,” ujar Rasiawan.
Selain menjaga harga, Bulog juga menjalankan tugas penyaluran bantuan pangan dan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Misi utamanya adalah menjamin ketersediaan pasokan beras bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok kurang mampu.
“Melalui bantuan pangan, setiap penerima mendapatkan 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Kami juga memastikan masyarakat bisa mengakses beras berkualitas dengan harga murah melalui program SPHP yang merata di 14 kabupaten/kota,” jelasnya.
Pembangunan Infrastruktur dan Gudang
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Bulog memiliki komitmen kuat dalam pembangunan infrastruktur pasca panen. Tahun ini, terdapat rencana pembangunan 100 fasilitas penyimpanan atau gudang.
“Salah satunya telah resmi akan dibangun di Kabupaten Melawi di atas lahan hibah Pemda seluas kurang lebih 15.000 meter persegi. Ini bukti komitmen pemerintah daerah,” tambahnya.
Selanjutnya, pihaknya juga sedang menjajaki kerjasama untuk mensupport Kabupaten Sambas sebagai sentra produksi. Bulog mengusulkan hibah lahan untuk pembangunan mesin pengolahan pasca panen yang modern agar hasil produksi dapat diserap dan disimpan sebagai cadangan pangan.
“Kami berharap usulan ini segera direalisasikan mengingat waktu yang sangat terbatas, baik untuk plot tahun 2026 maupun target tahun 2027,” harapnya.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Rasiawan menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kerjasama seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten kota, dukungan TNIPolri, hingga akademisi.
Saat ini, Bulog juga tengah mengawal program kemitraan dengan petani dan penggilingan untuk membangun ekosistem pertanian yang saling mendukung, guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Mengingat karakteristik Kalimantan Barat yang merupakan daerah perairan, ke depannya Bulog juga akan terus mengembangkan sistem transportasi air dan berharap dapat berkolaborasi lebih jauh dengan Angkatan Laut dalam pengelolaan logistik pangan.
“Kami mohon support dan dukungan dari semua pihak. Ini menjadi kewajiban kami untuk memastikan ketersediaan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi seluruh masyarakat Kalimantan Barat,” tutup Rasiawan.(Robby/Wuri)












