Gawai Dayak Bengkayang 2025 Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Adat

Pembukaan perayaan Gawai Dayak Bengkayang 2025 yang berlangsung di Dusun Segiring, Desa Pisak, Kecamatan 17, Kabupaten Bengkayang, Senin (19/05/2025). Foto: tvnewsone

Tvnewsone.com, Bengkayang — Perayaan Gawai Dayak yang berlangsung di Dusun Segiring, Desa Pisak, Kecamatan 17, Kabupaten Bengkayang, berlangsung meriah dan penuh semangat persatuan. Acara ini menjadi wadah kebersamaan bagi berbagai suku dan tokoh masyarakat yang hadir, termasuk Dayak, Melayu, Bugis, Tionghoa, hingga Jawa, Senin (19/05/2025).

Acara yang diselenggarakan oleh masyarakat lokal ini tak hanya dihadiri oleh warga setempat, tetapi juga oleh berbagai tokoh penting daerah. Di antaranya anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Neneng, S.Sos., dan anggota DPRD Kabupaten Bengkayang, Julpianti,SH. Selain itu juga hadir tokoh adat Kabupaten Bengkayang, Suryatman Gidot, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Heru, S.Km., M.Km. Camat Kecamatan 17, Ali Ahmad, S.AP., Kapolsek Sanggau Ledo AKP Harto Simanjuntak, Kepala Benua Susan, serta Ketua dan Wakil Ketua Adat Kecamatan 17, Marcellenius dan Dollardo Anthony. Wakil Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan 17, Antonius Tonjeng yang turut hadir dalam kegiatan ini.

Wakil ketua DAD Kecamatan 17, Antonius Tonjeng menyatakan dukungan penuhnya terhadap penyelenggaraan Gawai Dayak, ia menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal.

Wakil ketua DAD Kecamatan 17, Antonius Tonjeng. Foto: tvnewsone.com
Wakil ketua DAD Kecamatan 17, Antonius Tonjeng. Foto: tvnewsone.com

“Gawai Dayak bukan hanya ritual, tapi identitas dan kebanggaan budaya yang harus kita lestarikan bersama,” ujarnya pada saat wawancara bersama media di kediamannya.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, seperti tarian tradisional khas Dayak yang dibawakan oleh tujuh penari, tarian perdamaian, serta atraksi adat yang menggunakan simbol-simbol sakral seperti tempayan antik yang dianggap keramat dan tengkorak sebagai lambang adat.

Melalui kegiatan ini, terlihat jelas bahwa Gawai Dayak tidak hanya sebagai ajang perayaan Budaya Dayak semata, tetapi juga sebagai simbol harmoni antar suku dan kekayaan Budaya Indonesia yang patut dibanggakan hingga tingkat nasional bahkan Internasional.