Tvnewsone.com,Pontianak, — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, masyarakat adat Dayak yang tergabung dalam Komunitas Rumah Betang bersama Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat, DAD Kota Pontianak, Bala Adat, Tangkitn Janawi, dan Sekberkesda menggelar upacara pengibaran bendera di halaman Rumah Betang, Jalan Sutoyo, Kota Pontianak, Minggu (17/8).
Kegiatan yang berlangsung khidmad ini menjadi momentum refleksi bagi masyarakat adat Dayak untuk menyuarakan aspirasi dan harapan terhadap arah kebijakan pemerintah pusat, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes, dalam kesempatanya menyoroti sejumlah program nasional yang dinilai belum berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Ia menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan perpajakan, program makan bergizi gratis, serta distribusi bantuan sosial (bansos) yang menurutnya masih belum tepat sasaran.
“Kalau dilihat dari sistem perpajakan saat ini, justru lebih menguntungkan para elit politik dibanding masyarakat umum. Hal serupa juga terjadi pada penyaluran bantuan sosial dan program makan gizi gratis. Banyak yang menerima justru berasal dari kalangan BUMN dan ASN tertentu, sementara masyarakat adat dan kelompok rentan justru terabaikan,” ujarnya.
Yohanes juga menambahkan bahwa pemangkasan anggaran terhadap program-program tersebut membuat pelaksanaannya tidak berjalan optimal di daerah.
“Kami belum melihat program-program ini memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat, terutama di Kalimantan Barat. Kami berharap Presiden Prabowo dapat meninjau kembali kebijakan yang ada melalui evaluasi menyeluruh oleh para menteri terkait,” tegasnya.
Upacara bendera tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat adat Dayak untuk menyampaikan suara kritis mereka terhadap arah pembangunan nasional yang dianggap belum merata.












