Berita  

Sampah di Depan SD Bengkayang Jadi Sorotan, Penanganan Dinilai Lemah

Bengkayang, Kalbar – Tvnewsone.com Tumpukan sampah yang kembali menggunung di depan salah satu Sekolah Dasar (SD) swasta di Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang memicu sorotan serius. Kondisi yang terus berulang ini memunculkan dugaan adanya pembiaran dalam penanganan persoalan sampah oleh pihak terkait.

Hasil penelusuran awak media di lapangan menunjukkan, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di kawasan Jalan Gereja Katolik mengalami kelebihan kapasitas.

Sampah terlihat meluber hingga ke badan jalan, disertai bau menyengat yang tercium kuat hingga ke lingkungan sekolah.
Ironisnya, lokasi TPS yang berada tepat di depan area pendidikan tetap dibiarkan dalam kondisi tidak layak. Setiap pagi, para siswa dan orang tua harus melewati tumpukan sampah dengan aroma tidak sedap saat hendak memulai aktivitas belajar.

Sejumlah warga menyebut kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Penumpukan sampah disebut telah berulang kali terjadi tanpa adanya penanganan cepat dan terukur.
Udin, salah seorang warga Bengkayang, saat dimintai keterangan menegaskan bahwa kondisi tersebut sudah lama terjadi dan terkesan terus berulang tanpa solusi.

“Ini bukan hal baru, sudah berulang kali terjadi. Seharusnya sebelum jam 6 pagi sampah sudah diangkut dan dikeluarkan dari lingkungan pasar,” tegasnya.

Senada dengan itu, Yani, warga lainnya yang melintas di lokasi, mengaku heran dengan persoalan sampah yang terus berulang di kawasan tersebut.

“Saya juga heran, masalah sampah ini sering terjadi di lingkungan sekolah ini. Sebagai warga Bengkayang, kita ingin kota ini bersih dan tertata dengan baik supaya enak dipandang mata,” ujarnya.

Temuan di lapangan mengindikasikan adanya persoalan serius dalam sistem pengelolaan sampah, mulai dari pengangkutan yang tidak optimal hingga lemahnya pengawasan. Situasi ini memperkuat dugaan bahwa persoalan sampah di kawasan tersebut tidak ditangani secara serius.

Di sisi lain, keberadaan TPS di depan sekolah dinilai mencerminkan buruknya penataan lingkungan dan minimnya pertimbangan terhadap aspek kesehatan publik, khususnya bagi anak-anak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab berulangnya penumpukan sampah tersebut maupun langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasinya.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik: sejauh mana komitmen pemerintah daerah dalam menjamin lingkungan yang bersih dan sehat, terutama di kawasan pendidikan?

Jika tidak segera ditangani secara serius dan berkelanjutan, persoalan ini bukan hanya soal estetika lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat.

Awak media akan terus menelusuri persoalan ini dan meminta pertanggungjawaban dari pihak-pihak terkait guna memastikan adanya solusi nyata, bukan sekadar penanganan sementara.(Rin).