MMBB Dukung Pemprov Kalbar Kawal Dua Hari Besar, Stabilitas Bengkayang Jadi Sorotan

Sebagai daerah majemuk di Kalimantan Barat, Bengkayang kembali bersiap menyambut Imlek dan Idul Fitri 2026. Di tengah keberagaman suku dan agama, MMBB menyatakan siap menjadi garda terdepan menjaga toleransi dan stabilitas demi masa depan daerah yang aman dan ramah investasi.

Bengkayang, Kalbar – Organisasi kemasyarakatan Mangkok Merah Borneo Bersatu (MMBB) menyatakan komitmennya mendukung Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas daerah menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri 2026. Komitmen tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga harmoni sosial, tetapi juga menciptakan iklim investasi yang aman dan berkelanjutan di Kabupaten Bengkayang.
Pernyataan itu disampaikan Panglima Besar MMBB, Marselinus Mian, dalam pertemuan rutin organisasi yang digelar di Hotel Lala Golden, Sabtu (14/1/2026).

Marselinus menegaskan, keberadaan MMBB di Bengkayang bukan sekadar organisasi adat, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan daerah, terutama pada momentum hari besar keagamaan.
“Kami siap mendukung pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan serta ikut mengawal perayaan Tahun Baru Imlek dan Idul Fitri 2026 agar berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat persaudaraan. Kami mengedepankan cinta damai dan toleransi,” ujarnya.

Menurut dia, Bengkayang sebagai daerah majemuk yang dihuni berbagai suku, agama, dan latar belakang budaya harus terus memperkuat nilai kebersamaan. Stabilitas dan kerukunan, lanjutnya, menjadi fondasi penting bagi pembangunan daerah, termasuk dalam menarik minat investor.

Ia menambahkan, MMBB secara aktif mengoordinasikan anggotanya untuk menjaga situasi tetap kondusif, sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
“Toleransi adalah kunci menjaga persatuan. Jika situasi aman dan harmonis, pembangunan berjalan lancar dan investasi pun tumbuh. Itu semua untuk kesejahteraan masyarakat Bengkayang,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah daerah dalam memperkuat solidaritas lintas etnis dan agama. Di tengah dinamika sosial dan ekonomi, komitmen menjaga perdamaian dinilai menjadi modal strategis bagi Bengkayang untuk berkembang sebagai daerah yang inklusif, aman, dan ramah investasi. [Rin]