Sintang, Tvnewsone.com – Saat ini kabupaten Sintang mengalami krisis BBM khususnya BBM berjenis pertalite dan solar kelangkaan ini sudah berlangsung beberapa hari yang menyebabkan antrean panjang di setiap SPBU yang ada di kabupaten Sintang.
Akibat dari kelangkaan tersebut selain susah di dapat harga di pengecer tembus di angka Rp.25000 sampai Rp. 30.000/liter khususnya di kecamatan Serawai, ambalau, ketungau hulu dan ketungau Tengah.
Berikut adalah poin-poin penting situasi kelangkaan BBM di Sintang per Februari 2026:
Penyebab Utama: Kelangkaan disebabkan oleh gangguan distribusi akibat pendangkalan Sungai Kapuas dan rendahnya curah hujan, yang menghambat pengiriman suplai melalui jalur air. Selain itu, adanya penyesuaian operasional pada jalur pengiriman dari depot/titik suplai ke SPBU.
Kondisi di Lapangan:
Antrean kendaraan di SPBU memanjang, bahkan dilaporkan hingga satu jam lebih.
Kekosongan stok Pertalite sering terjadi, sehingga hanya tersedia Pertamax di beberapa SPBU.
Warga banyak membeli menggunakan jeriken karena panik (panic buying).
Respon Pemerintah & Pertamina:
Bupati Sintang telah menegur pihak Pertamina terkait kelangkaan yang berlangsung selama empat hari (per 18 Februari 2026).
Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan berupaya memaksimalkan pendistribusian dan melakukan optimalisasi distribusi ke lembaga penyalur di Sintang.
Dampak: Kelangkaan ini mengganggu aktivitas masyarakat dan menyebabkan kemacetan di area sekitar SPBU.
Selain BBM, dilaporkan juga terjadi kelangkaan dan tingginya harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg di wilayah pedalaman Kabupaten Sintang.
Saya berharap pihak Pertamina depot Sintang mengambil langkah strategis bagaimana kelangkaan BBM di Sintang ini bisa cepat teratasi sehingga tidak terjadi antrean panjang di SPBU serta tidak terjadi kelangkaan BBM di tingkat kecamatan ungkap Chomain Wahab
( Ys )











