Tvnewsone.com, Bengkayang, – Suasana duka menyelimuti keluarga Plandu (50), warga Panjak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Putranya, Geri Manulu (16), siswa SMP, mengalami kecelakaan tragis saat berwisata di Riam Sengadung pada Minggu (7/9/2025) siang.
Menurut keterangan sang ayah, Geri awalnya tengah beraktivitas di sekitar lokasi wisata yang dikenal memiliki aliran air deras dan bebatuan licin. Tanpa diduga, ia terpeleset, jatuh, dan terbentur batu. Peristiwa itu membuatnya tidak sadarkan diri.“Anak saya langsung tidak sadarkan diri setelah jatuh,” tutur Plandu dengan wajah cemas.
Setelah kejadian, warga setempat bersama pihak keluarga berupaya memberikan pertolongan pertama. Geri kemudian segera dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis. Ia direncanakan akan dirujuk ke RSUD Drs. Jacobus Luna Bengkayang guna mendapatkan penanganan lebih intensif.
Kapolsek Seluas IPTU Oman Kurnianto, membenarkan insiden ini. Pihak kepolisian juga turun langsung memastikan penanganan korban.
“Kami dari pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan melakukan upaya untuk memastikan keselamatan pengunjung lokasi wisata di Kabupaten Bengkayang,” tegas Oman.
Riam Sengadung selama ini menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit masyarakat Bengkayang dan sekitarnya. Air terjun yang jernih, udara sejuk, serta panorama alami kerap menarik wisatawan, terutama kalangan muda dan keluarga.
Namun, di balik pesonanya, kawasan ini juga menyimpan potensi bahaya. Medan licin, bebatuan tajam, dan arus air yang deras sering kali menjadi tantangan tersendiri. Beberapa kali lokasi ini dilaporkan menelan korban akibat kecelakaan serupa.
Kondisi tersebut memunculkan kembali sorotan terkait minimnya fasilitas keselamatan di sejumlah objek wisata alam di Bengkayang. Hingga kini, belum terlihat adanya pagar pengaman, rambu peringatan yang memadai, ataupun petugas khusus pengawas wisata di sekitar lokasi.
Peristiwa yang menimpa Geri menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah tentang pentingnya aspek keselamatan di destinasi wisata. Kesadaran pengunjung untuk selalu berhati-hati, serta tanggung jawab pengelola dalam menyediakan sarana pengaman, dinilai menjadi kunci untuk mencegah jatuhnya korban serupa di masa depan.
Tragedi ini juga menambah daftar panjang kecelakaan di wisata alam Kalimantan Barat, terutama di kawasan air terjun. Dengan meningkatnya minat wisata masyarakat pasca-pandemi, kebutuhan akan manajemen risiko dan standar keselamatan semakin mendesak.
Kini, keluarga korban hanya bisa berharap Geri segera pulih setelah mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, masyarakat diimbau untuk selalu mengutamakan kewaspadaan saat berwisata di alam bebas. [Rin]











